Minggu, 10 November 2013

3 Tahun, Hutan Trenggalek Rusak 300 Hektar

Beritatrenggalek.com - Tiga tahun terakhir ini, kerusakan hutan di wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mencapai lebih dari 300-an hektare. Kerusakan itu paling banyak di akhibatkan bencana puting beliung.

"Kerusakan hutan paling banyak akibat bencana puting beliung, tahun ini saja kami karus melakukan penanaman kembali seluas 100 hektare, sedangkan tahun depan lebih dari 200 hektare," ungkap Wakil Administratur Perhutani Wilayah Kediri Selatan Wahyu Dwi Hatmojo, Minggu (10/11), seperti dikutip dari sayangi.com.

Lanjut Wahyu, tanaman hutan yang mengalami kerusakan tersebut mayoritas adalah jenis pinus, mahoni dan waru. Pinus yang dibudidayakan untuk diambil getahnya tersebut banyak yang ambruk setiap kali diterpa angin kencang, terutama puting beliung, sehingga harus diganti total.

"Jenis pinus yang rusak ini berada di Kecamatan Bendungan dan saat ini mulai berdampak terhadap lingkungan, masyarakat maupun Perhutani sendiri," ujarnya.

Dampak lingkungan yang mulai dirasakan di sekitar kawasan hutan tersebut adalah meningkatnya suhu udara.

Sementara itu, dampak lain yang diakibatkan adalah, turunnya produksi getah pinus perhutani. Dalam kondisi normal hutan pinus di Trenggalek mampu menghasilkan 9.000 ton getah, sedangkan saat ini turun 30 persen.

"Angka produksi 70 persen itu sudah maksimal, atas kondisi ini kami terpaksa menurunkan target produksi pertahun, menjadi sekitar 6.300 ton" imbuh Wahyu.

Wahyu Dwi Hatmojo menjelaskan, untuk mengembalikan kondisi hutan yang rusak tersebut membutuhkan waktu cukup lama, yakni minimal 10 tahun. Sedangkan untuk mengembalikan jumlah produksi getah lebih lama lagi, karena pinus itu baru bisa disadap pada usia 13 tahun.

Pihaknya berharap, masyarakat ikut serta dalam melestarikan hutan di Trenggalek, mengingat hal tersebut secara langsung akan berdampak terhadap lingkungan dan alam sekitar.

Advertiser