Kamis, 17 Oktober 2013

Selama di Pacitan, SBY Resmikan Sejumlah Proyek Infrastruktur

Berita Pacitan - Selama mudik di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tetap menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan.

Setelah mengunjungi Pantai Klayar di Kecamatan Donorojo, Selasa (15/10/2013) kemarin, SBY meresmikan sejumlah proyek infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Seperti dikutip dari lensaindonesia, Rabu (16/10/2013), proyek-proyek lain yang diresmikan diantaranya, PLTU 2 Paiton, PLTU 1 Rembang, PLTU 3 Lontar, Gelanggang Olahraga (GOR) dan Stadion Pacitan, Masjid Agung Darul Falah Pacitan, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sembilan Ibu Kota Kecamatan (IKK), Rumah Susun Sederhana Sewa (rusunawa) di dua lokasi, dan Jalan Lintas Selatan (JLS).

Dengan menekan tombol sirene dan menandatangani prasasti, SBY meresmikan sejumlah proyek tersebut didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, Dirut PLN, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Presiden juga melakukan peninjauan di beberapa titik di PLTU 1 Pacitan.

Dalam sambutannya, SBY mengapresiasi seluruh pihak yang turut mewujudkan pembangunan proyek-proyek di Pacitan ini. “Saya lahir di Pacitan, sekolah dari SD sampai SMA di Pacitan, dan setelah itu baru mengembara. Satu lagi kebanggaan Pacitan dibangun. Apresiasi saya sampaikan kepada seluruh pihak yang terus bekerja keras membangun daerah semakin maju,” ujar SBY.

SBY juga bercerita bahwa dulu hampir setiap tahun mengujungi daerah asalnya. Namun setelah menjadi Presiden, lawatan ke Pacitan biasanya dilakukan sekali dalam dua tahun.

“Saya minta masyarakat Pacitan untuk sabar, karena saya harus adil memerhatikan saudara-saudara kita di dearah lain di Indonesia. Ketika dua tahun sekali saya berkunjung ke sini, pasti selalu ada kemajuan,” kata SBY.

Menurut Presiden pembangunan makin adil dan merata. Baik di wilayah negara maupun lapisan masyarakat. Namun demikian, pembangunan tidak cukup hanya melalui retorika di tingkat pejabat saja.

Tetapi juga aplikasinya berdasarkan kebijakan, program, dan anggaran. Dalam hal anggaran misalnya. Orang nomor satu di Indonesia ini menekankan pentingnya keseimbangan. Artinya, tanpa melihat kemampuan anggaran yang tersedia, maka hutang negara bakal terus bertambah.

“Tidak boleh (anggaran,red) habis untuk infrastruktur. Tetapi rakyat masih kesulitan mendapatkan pangan,” terangnya.

Terkait keberadaan hutang negara, SBY mengungkapkan dari tahun ke tahun jumlah prosentasenya terhadap pendapatan kian berkurang.

Sebagai contoh, saat krisis ekonomi hingga tahun 2004, jumlah hutang negara mencapai 150 persen. Dan saat ini telah menyusut menjadi 24 persen.

Dengan begitu pendapatan tidak akan terkuras hanya untuk membayar hutang. Usai memberikan sambutan dan meresmikan proyek infrastruktur, Presiden bersama para menteri dan pejabat negara lainnya kemudian melakukan peninjauan keliling menggunakan bus.

Selama perjalanan dari pusat kota menuju lokasi proyek PLTU Jatim 1 Presiden disambut ribuan warga. Mulai anak-anak sampai orang tua.

Dengan sabar mereka berdiri di pinggir jalan yang digunakan sebagai rute perjalanan. Tak cukup hanya melambai-lambaikan tangan dan memanggil nama Presiden, warga juga berkelompok menyuguhkan berbagai atraksi kesenian tradisional. Seperti musik ronda thethek (rontek), Reog Ponorogo, dan lain sebagainya.

Presiden akan kembali menginap di Kota 1001 Goa untuk menghadiri final lomba lagu Karya Cipta SBY di alun-alun kota. Sesuai rencana, Kepala Negara akan bertolak kembali ke Jakarta pada Kamis (17/10/2013) pagi.

Sumber: lensaindonesia.com

Advertiser