Kamis, 10 Oktober 2013

Sebulan Polres Tulungagung Ringkus 38 Pejudi

Berita Tulungagung - Dalam sebulan terakhir ini, Jajaran Polres Tulungagung berhasil ungkap 24 kasus perjudian. Dari jumlah kasus tersebut sebanyak 38 pelaku berhasil diamankan.

Paling menarik, yakni kasus perjudian pemilihan kepala desa (pilkades). Yakni di Desa Kedungcangkring, Kecamatan Pagerwojo. Pelaku yakni Sukaji yang berperan sebagai botoh pilkades dengan uang tunai Rp 9,4 juta.

Kapolres Tulungagung AKBP Whisnu Hermawan Februanto membenarkan jika kasus perjudian pilkades tersebut paling menarik diantaran jenis perjudian lain yang berhasil diungkap. Pasalnya, polisi berhasil menangkap basah pelaku saat pelaksanaan pilkades di lokasi. Modusnya, pelaku menerima uang tombokan dari warga yang menjagokan salah satu calon kades.

“Kami berhasil tangkap pelaku di warung kopi saat menerima uang tombokan,” ungkapnya saat gelar perkara di Bareskrim Polres Tulungagung kemarin (09/10).

Dikatakan Whisnu sapaan Whisnu Hermawan Februanto- pihaknya bakal melakukan penangkapan terhadap semua jenis kasus perjudian. Artinya, penangkapan dan pengungkapan perjudian tak terbatas hingga Oktober 2013 melainkan terus menerus.

“Dilakukan terus hingga masyarakat sadar, perjudian melanggar hukum dan ada sanksi,” katanya.

Selain itu, pihak Polres juga menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tulungagung serta Kodim 0807 untuk membantu mengungkap kasus perjudian.

“Kami gandeng semua pihak utamanya masyarakat. Jangan sungkan melapor jika terjadi praktik perjudian,” jelasnya.

Dari data polisi, ada 10 jenis perjudian yang berhasil diungkap. Di antaranya judi togel, kartu remi, capsay, kartu hijau, domino, cap jiki, kletek, klotok, bursa bola dan pilkades. Paling banyak pelaku dari perjudian togel yakni delapan orang.

Sedangkan daerah paling banyak terjadi praktik perjudian yakni wilayah kota yang ditangani Polres Tulungagung dan Polsek Kota sebanyak delapan kasus.

Polisi juga berhasil mengamankan berbagai barang bukti. Diantaranya catatan tombokan, kartu remi, alas duduk, kartu domino, papan cap jikie, batok kelapa, lampu minyak, kelereng, papan klotok dan uang tunai sekitar Rp 14 juta.

Sumber: tulungagungtoday.com

Advertiser