Sabtu, 12 Oktober 2013

Polres Ponorogo Amankan 48 Penjudi

Berita Ponorogo - Kapolres Ponorogo AKBP Iwan Kurniawan di dampingi Kasat Reskrim pada Jum’at sore (11/10/2013) menggelar release sebanyak 36 kasus perjudian periode bulan September hingga minggu ke dua Oktober 2013. Para tersangka itu dipamerkan di ruang Satuan Reskrim Polres Ponorogo.

Petugas Polres Ponorogo berhasil mengamankan 48 orang tersangka dalam kasus perjudian. Mereka diringkus petugas bersama barang buktinya dari judi togel, judi remi, judi dadu kopyok serta judi adu jago. Dari 48 penjudi tersebut, 3 diantara tersangka adalah perempuan. Mereka merupakan pengecer togel.

Sedangkan yang 45 orang tersangka laki-laki dari berbagai bentuk perjudian. Sedangkan dari para penjudi tersebut, ada yang mengaku tidak tahu kalau perjudian tersebut membahayakan dirinya.

Hal ini diungkapkan tersangka, Boyati (50) perempuan asal Desa Nambangan, Kecamatan Sukorejo. Tersangka ditangkap saat berjualan nomor togel di warungnya. Tersangka mengaku berjualan togel disuruh salah seorang kenalannya.

Tersangka mengaku mau karena tergiur komisi yakni per Rp 100.000 akan mendapat Rp 20.000.

"Saya tidak tahu kalau akan seperti ini. Saya hanya disuruh orang, kan komisinya lumayan. Sebelum ditangkap komisi yang saya terima sudah saya berikan untuk jajan cucu saya," terangnya kepada Surya, Jumat (11/10/2013) samberi menangis.

Hal yang sama diungkapkan Parmi (47) warga JL Menur, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan. Tersangka mengaku berjualan nomor togel untuk meramaikan warungnya.

"Sebenarnya sama suami saya tidak boleh, tetapi untuk menambah penghasilan dan meramaikan warung kopi milik saya itu terpaksa saya jalani," imbuhnya.

Sedangkan tersangka Sumanto, warga Desa Sekaran, Kecamatan Siman, yang tertangkap karena berjudi remi di rumah Khalil, Ketua LSM Peduli Rakyat Cilik (PRC) Ponorogo mengaku sangat kecewa saat ditangkap. Apalagi ia mengaku jika anak pemilik rumah yang mengaku kenal dengan Kasubag Humas dan Kapolres tidak ditangkap.

"Kalau saya ditangkap kenapa yang punya rumah yaitu Pak Khalil yang juga Ketua LSM itu tidak ditahan. Dia kan ikut judi. Saat ditangkap sudah diganti orang. Keluarga saya juga tertipu. Padahal saya judi remi diundang dia. Dia dapat uang tips dari para pemain remi itu. Saya ini dijebak sama dia," katanya pemilik toko arloji ini.

Sementara Kapolres Ponorogo AKBP, Iwan Kurniawan menjelaskan razia judi itu sudah menjadi atensi. Para tersangka ditangkap karena ditemukan tertangkap basah berjudi.

"Sebanyak 48 tersangka ditangkap bersama barang buktinya seperti sarana perjudian dadu kopyok, tatakan dadu, tempurung kelapa, HP, bolpoin, rekapan togel serta uang tunai Rp 11 juta lebih," paparnya.

Sedangkan mengenai kasus penipuan dalam kasus penangkapan perjudian, yakni tersangka Sumanto yang ditipu dengan modus pelaku penipuan menghubungi pihak keluarga tersangka dan mengaku kenal dengaan Kasubag Humas dan Kapaolres Ponorogo hingga korban  merugi Rp 30 juta tersebut samnpai saat ini masih dalam penyelidikan. Menurutnya, Ketua LSM PRC, Khalil sudah dipanggil dan dimintai keterangan.

"Kami tidak pandang bulu. Perjudian kalau yang tertangkap ada berbagai komunitas kami tidak tahu. Yang jelas melakukan perjudian. Terkait Ketua LSM yang diduga tersangkut kasus penipuan terhadap keluarga tersangka perjudian masih dalam tahap penyelidikan. Dia (Khalil) juga sudah diperiksa. Untuk menetapkan tersangka kami butuh barang bukti yang kuat. Paling tidak dua barang bukti," pungkasnya.

Sumber: tribunnews.com

Advertiser