Jumat, 04 Oktober 2013

Polisi Ponorogo Temukan Bercak Darah dan Dua Pasang Sandal

Berita Ponorogo - Untuk mengungkap kasus penemuan mayat wanita muda yang tewas tanpa busana di kawasan hutan kayu putih Desa Sukun. Polisi Ponorogo kembali mengais petunjuk sekecil apapun di TKP (tempat kejadian perkara). Dua pasang sandal jepit kemarin (3/10) ditemukan di salah satu gubuk yang letaknya sekitar 200 meter dari lokasi pembuangan mayat. Selain itu, batu dengan bercak merah mirip darah dibuang ke jurang sejauh 25 meter dari tempat mayat.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Misrun optimistis mampu mengungkap kasus pembunuhan diawali dengan menguak identitas korban. Kendati temuan barang bukti di TKP terbilang minim, namun dia meyakini tidak ada kejahatan yang sempurna. ‘’Setiap petunjuk kami dalami, pelan tapi pasti kasus pembunuhan ini akan terungkap,’’ terang Misrun mendampingi Kapolres Ponorogo AKBP Iwan Kurniawan kemarin.

Seperti diberitakan, mayat perempuan muda yang mulai membusuk ditemukan di petak 34 RPH Sukun, masuk Desa Sidoarjo Kecamatan Pulung, Ponorogo, Rabu (2/10) pagi. Kondisi mayat telanjang bulat dengan lidah menjulur. Tidak ada kartu identitas ditemukan di TKP kendati dari ciri fisik, korban semasa hidupnya terbilang modis. Rambut sebahu perempuan nahas yang diperkirakan berusia antara 20 hingga 30 tahun itu sengaja direbonding. Kuku-kuku jari tangannya dipelihara panjang dan dicat. Di telinga korban juga melekat anting-anting emas tipis.
Masih kata Misrun, pihaknya mencermati benar sidik jari laten dan bercak darah yang tertempel di terpal. Pembunuh menyamarkan mayat korbannya dengan ranting kering dan terpal biru. Penyisiran ulang di TKP kemarin dilakukan dalam radius satu kilomter dari titik penemuan mayat. Misrun juga mengaku akan memanfaatkan uji di Laboratorium Polda Jatim. ‘’Hari ini (kemarin), sample darah dan helai rambut sudah dikirim ke Surabaya untuk bahan penelitian di laboratorium,’’ jelasnya.

Polisi juga tengah fokus menguak identitas korban. Misrun meminta warga yang kehilangan anggota keluarganya agar datang melapor. Satu-dua warga yang penasaran dua haru belakangan sengaja datang ke kamar mayat RSUd dr Harjono Ponorogo, tempat jasad korban disimpan.

Sumber: radarmadiun.info

Advertiser