Rabu, 30 Oktober 2013

Polisi Lepas Pengawasan Terhadap Pemuda Terduga Teroris Asal Suruh Trenggalek

Beritatrenggalek.com -Polisi tidak lagi melakukan pengawasan terhadap Andri Wahono (21), pemuda asal Desa Gamping, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur yang sempat ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror pada 20 Agustus 2013 karena diduga terlibat jaringan terorisme.

"Andri tidak ada sangkut paut langsung dengan kegiatan terorisme. Dia hanya kebetulan berada di lingkungan tersebut (pelaku terorisme), namun tak menyadari masalahnya, sehingga tak perlu dilakukan pengawasan," kata Kapolres Trenggalek AKBP Denny Setya Nugraha Nasution, Rabu, (30/10).

Dikatakan, hasil penyelidikan polisi memastikan Andri Wahono steril. Pekerja swasta di sebuah ruang pamer truk Hino di Kota Bekasi, Jabar itu hanya sempat pulang kampung selama tiga hari pasca dilepas tim Densus 88 Antiteror, akhir pertengahan Agustus 2013 silam.

Di Trenggalek, pemilik blog andriwahono.blogspot.com ini sempat beberapa kali berinteraksi dengan pihak kepolisian untuk kepentingan pendataan serta klarifikasi pembebasannya.

Namun, pemuda yang pernah sekolah di SMPN Karangan, SMKN Suruh dan sekolah tinggi Elrahma Kediri itu dipastikan telah mendapatkan kembali hak yuridis dan hak politiknya sebagai warga sipil, termasuk menyangkut pemulihan nama baik pascaditangkap dengan status terduga teroris.

"Sudah dipulihkan oleh pihak kepolisian, termasuk menyangkut nama baik adik saya yang sempat tercoreng. Cuma teknis (pemulihan) seperti apa saya tidak tahu," terang Purwito, kakak kandung Andri seperti dikutip dari Antara.

Ia menegaskan kondisi Andri saat ini baik-baik saja dan telah kembali bekerja di tempat kerjanya semula.

Pihaknya tidak menuntut apa-apa atas insiden penangkapan Andri dalam kasus terorisme, karena menurut pengakuan Purwito, terpenting adiknya telah dibebaskan dan catatan hukum yang bisa mengganggu masa depan serta karier Andri telah dinetralisir kepolisian.

Selain kasus Andri Wahono yang sempat menggemparkan warga Trenggalek, sebenarnya ada sel-sel fundamenatlis Islam di Trenggalek yang sampai saat ini terus dipelototi intelijen kepolisian maupun TNI.

Sumber intelijen bahkan menyebut aktivitas seorang warga lokal di wilayah Kecamatan Gandusari yang selalu pulang malam dan berangkat lagi dini hari, dengan penampilan yang mirip kelompok Islam berhaluan kanan.

Sejumlah warga sekitar yang resah telah melaporkan orang tersebut, berikut sejumlah tamunya yang acapkali datang, ke kepolisian, namun sejauh ini belum ada tindakan tegas.

"Sementara ini kami terus melakukan pengawasan melekat ke sejumlah titik rawan keamanan maupun yang berpotensi ke masalah terorisme, tetapi sementara ini masih aman," jawab Kapolres AKBP Deny.

Advertiser