Selasa, 22 Oktober 2013

Pacitan Krisis Air, 50 Liter Dijual 20 Ribu

Berit Pacitan - Tiga bulan terakhir ribuan warga Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mengalami krisis air bersih. Terutama warga Kecamatan Tegalombo di Pacitan bagian utara.

Untuk mendapatkan air bersih warga harus mencari sumber air di dasar sungai (belik) yang jaraknya belasan kilometer dari rumah mereka dengan medan berbukit-bukit.

Sugito, warga Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, Selasa (22/10), mengatakan bagi yang masih kuat pergi ke belik, penduduk akan mencari air langsung ke sana. Tapi bagi yang tidak kuat, warga terpaksa membeli air dari penjual untuk kebutuhan minum, masak dan mandi.

Sugito menjelaskan, krisis air bersih di Kecamatan Tegalombo sudah terjadi sejak menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Kami membeli air sejak menjelang Lebaran Idul Fitri lalu hingga sekarang, sebab sumur di rumah sudah kering sejak bulan puasa," jelasnya seperti dikutip dari metrotvnews.com.

Harga air dari belik itu setiap hari harganya naik. Sebab, menurut penjual, sumber air belik juga susah didapat karena kemarau masih berlangsung.

Pada September harga air masih Rp12.000 per jeriken isi 50 liter, tapi kini sudah mencapai Rp15.000. Bahkan beberapa hari terakhir ini ada yang menjual Rp20.000 per jeriken.

Mahalnya harga air membuat sebagian warga di wilayah perbukitan cadas itu tidak mandi. Oleh karena itu, warga berharap Pemerintah Kabupaten Pacitan menyalurkan bantuan air bersih sebelum krisis air bersih semakin parah.(metro)

Advertiser