Sabtu, 26 Oktober 2013

Oknum Pengasuh Pondok di Kediri Dilaporan Kepolisi

Berita Kediri - Pemilik biro perjalanan haji, Muzaini Romli (55), warga Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Jawa timur harus berurusan kembali dengan pihak yang berwajib. Diduga ia telah melakukan penipuan dan penggelapan biaya haji plus.

Romli yang juga Pengasuh Pondok diwilayah Kecamatan Pesantren Kota Kediri itu dilaporkan oleh Chamimah (65), calon jamaah haji asal Desa Tegaron, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk. Kasusnya kini dalam penanganan Polres Kediri Kota.

Data yang diperoleh dari Polres Kediri Kota, semula korban daftar haji plus ke tempat Muzaini Romli, pada tahun 2011 lalu. Kemudian pada hari Kamis tanggal 21 Juli 2011, korban diminta untuk menyetorkan uang sebesar Rp. 52.800.000,- sebagai biaya keberangkatan haji tahun 2013. Korban langsung mentransfer uang tersebut ke No Rek 0218347833 milik terlapor di Bank BNI Syariah.

Korban mengkonfirmasi terlapor, dan diakui uang tersebut telah diterima. Namun korban tidak jadi berangkat haji Korban langsung menghubungi terlapor untuk meminta pertanggung jawaban terlapor. Namun terlapor selalu menghindar. Malahan, terlapor tidak memberikan keterangan lebih lanjut. Merasa ditipu, akhirnya korban memilih menempuh jalur hukum

” Kami masih mengumpulkan alat bukti dengan memintai keterangan sejumlah saksi dan korban. Selanjutnya terlapor akan kita mintai keterangan,” ujar Kasubbag Humas Polres Kediri Kota, AKP Surono, Jumat (25/10/13), seperti dikutip dari kedirijaya.

Polisi telah memintai keterangan dua orang saksi mereka, Aly Alasad (45) warga Desa Tegaron RT 06 RW 01 Kecamatan Prambon, dan Drs. HM syifak Hamida, Dosen, Krajan Utara Desa Kampung Baru RT 06 RW 05 Kecamatan Tanjung Tani. Selain itu juga mengamankan barang bukti Brosur paket Haji dari PT. Darussalam Al Ihwan Wisata dan Slip pengiriman uang
dari Bank BNI Syariah Kediri.

Pernah diberitakan sebelumnya, ada 28 Calon Jamaah Haji (CJH) yang merasa telah ditipu oleh penyelenggara haji plus pimpinan Muzaini Romli. Rata-rata para CJH telah menunggu selama kurang lebih tiga bulan namun tidak ada kejelasan Sebanyak 20 dari jumlah total 28 orang CJH plus yang gagal berangkat pada musim haji 2011. Mereka melaporkan pimpinan Kelompok Bimbingan Haji dan Umroh (KBIH) Darussalam Muzaini Romli

Puluhan CJH merasa sudah ditipu. Uang ongkos haji sebesar Rp 65-70 juta per orang sempat dijanjikan kembali. Tetapi meski sudah lama ditunggu, uang itu juga tidak kunjung dikembalikan. Mereka kesal karena merasa telah dibohongi.(kj)

Advertiser