Minggu, 27 Oktober 2013

Menjenguk Pacar Kecelakaan, Pemuda Ponorogo Malah Tewas

Berita Ponorogo - Edo (23), pemuda asal Desa Singgahan, Kecamatan Pulung, Ponorogo, kehilangan nyawa akibat terlindas motornya sendiri, saat berniat menjenguk pacarnya yang baru mengalami kecelakaan, Jumat (25/10).

Pemuda ini hendak menjenguk pacarnya, Siti Hanifah, di Desa Tulung, Kecamatan Sampung, Ponorogo. Namum di sebuah gang sempit yang lebarnya cuma 1 meter yang menuju rumah pacarnya, pemuda ini malah mengendarai motornya dengan ugal-ugalan dan kencang.

Boiman, warga setempat yang tak lain kakek dari Siti, bahkan sempat nyaris ditabrak Edo, saat berdiri di tepi gang.

Pemuda pengangguran ini tersungkur dan terlindas motornya sendiri bernopol B 6466 PLF itu.

“Saya bahkan sempat loncat mundur karena hampir ketabrak tadi,” keluh Boiman di lokasi kejadian.

Meski begitu, melihat korban tersungkur dan tak sadarkan diri, Boiman bersama warga lain yang akhirnya menolong korban dan mengevakuasinya ke Puskesmas Sampung dengan mobil bak terbuka.

“Setelah jatuh tertindih motornya, langsung diangkat bareng-bareng ke puskesmas, sudah nggak sadar tadi, mungkin sudah meninggal,” imbuhnya.

Mengetahui kekasihnya tewas tak jauh dari rumahnya, sang kekasih, Siti Hanifah (17) yang masih menderita luka-luka akibat kecelakaan motor beberapa hari lalu pun bertambah shock.

“Dia tidak bilang kalau mau kesini, cuman dia tahu kalau saya habis kecelakaan gitu aja,” terang Siti kepada wartawan tak jauh dari lokasi.

Sementara itu, Kapolres Ponorogo AKBP Iwan Kurniawan yang juga datang langsung ke TKP menyimpulkan, sementara peristiwa ini murni karena kecelakaan tunggal. Tewasnya korban dipicu karena ulah ugal-ugalan korban saat mengendarai motor meski melintasi gang yang begitu sempit.

Beberapa saksi tadi juga menyebut nyaris ditabrak korban, karena dia ngebut di gang sempit ini. “Jadi roda depan selip, karena melaju kencang, dia tersungkur dan terlindas motornya sendiri,” tuturnya.

Hasil pemeriksaan tim medis dari kulit luar korban, tidak ditemukan tanda-tanda luka parah. Hanya terdapat luka goresan di dagu dan kaki saja.

“Untuk memastikan penyebab pasti tewasnya korban ini, akan kita bawa ke rumah sakit untuk divisum, kita masih selidiki lagi ya,” pungkas Kapolres.

Sumber: surabayapost

Advertiser