Kamis, 03 Oktober 2013

Ditemukan Mayat Laki-Laki Gantung Diri di Tebing Sungai Kates Ponorogo

Mayat Laki-Laki Gantung Diri di Tebing Sungai Kates Ponorogo
Berita Trenggalek - Fenomena temuan mayat benar-benar mengguncang Kabupaten Ponorogo. Setelah mayat wanita muda tanpa busana ditemukan di kawasan hutan kayu putih di Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (2/10/2013). Kali ini warga Dukuh Kates, Desa Pandak, Balong menemukan mayat dengan kondisi tubuh yang sudah membusuk dengan leher terjerat tampar berwarna hijau, Kamis (3/10/2013). Diperkirakan penemuan mayat tersebut pukul 09.30 WIB. Warga setempat saat menemukan mayat laiknya di komando. Pasalnya pertema kali mereka mendengar ada temuan mayat, masyarakat Dusun Kates berbondong-bondong mendatangi TKP.

Mayat yang ditemukan sudah membusuk tersebut, pertama kali ditemukan oleh Glimbung (30), salah satu warga setempat. Mayat laki-laki dengan posisi menggantung di tebing. Menurut cerita Glimbung, saat dirinya sedang melintas di jalan dekat tebing tersebut dan mencium bau yang tak sedap (bau bangkai) yang menyengat.

Karena penasaran dengan bau menyengat tersebut, Glimbung pun berusaha mencari sumber bau tersebut, ia mengaku terkejut saat pertama melihat tebing ada mayat laki-laki yang menggantung.

“Mayat laki-laki itu dalam kondisi sudah membusuk dengan leher terjerat tali tampar plastic warna hijau. Saat itu saya jalan di bawah tebing ini, kok tiba-tiba mencium bau bangkai, dan setelah saya cari dari mana bau itu ternyata ada mayat laki-laki yang sudah membusuk dan lehernya terjerat tampar hijau, spontan sya lari kasih tau warga lainya,” kata Glimbung.

Setelah warga berdatangan dan melihat mayat tersebut ternyata mayatnya diketahui bernama Soiran (50) yang juga warga setempat. Mengetahui adanya mayat, Glimbung langsung memanggil warga lainnya dan melapor ke Polsek Balong.

Setelah polisi datang kelokasi kejadian dan berusaha mengambil mayat korban yang menggantung di tebing sungai yang mengering itu. Setelah mayat berhasil diturunkan, warga baru mengetahui jika mayat tersebut adalah Soiran, yang sudah sejak Selasa (1/10/2013) kemarin tidak diketahui keberadaanya.

Menurut keterangan Marni (35), tetangga korban, korban terakhir kali terlihat saat bersama warga saat kerja bakti memperbaiki rumah Gimin. Namun setelah itu korban seakan lenyap ditelan bumi, hingga warga Dusun Kates berusaha melakukan pencarian. Masih menurut Marni, Soiran memang sudah lama mengidap gangguan jiwa, namun disaat sehat, korban bisa diajak bekerja. “Habis kerja bakti pada Senin pagi itu Soiran langsung tak pernah muncul bersama warga lainya, ternyata ia langsung gantung diri ini kiranya,” kata Marni.

Sementara AKP Suwito, Kapolsek Balong, yang berada di lokasi temuan mayat mengatakan, korban murni meninggal akibat gantung diri, tidak ada tanda-tanda penganiayaan dalam tubuh korban. Karena kondisi mayat yang sudah membusuk, jenazahnya langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Setelah kita lakukan olah TKP dari kepolisian dan tim medis di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan korban murni tewas gantung diri, karena korban juga menderita stress menurut warga lingkungan setempat, dan mayat korban langsung kita serahkan ke pihak kelurga,” terangnya.

Sumber: siaga.co

Advertiser