Rabu, 30 Oktober 2013

Lagi Mesum di Hotel, Mahasiswa Kediri Kena Razia

Berita Tulungagung - Lagi asik menginap sekamar di Hotel Malinda, Tulungagung, Jawa Timur, pasangan mahasiswa dari perguruan tinggi swasta di Kediri, Jawa Timur malah terjaring razia, mereka ialah TTS (21) asal Desa Kambingan, Kecamatan Pagu, Kediri, Jawa Timur dan AN (21) asal Desa Plosokidul, Kecamatan Plosokaten, Kediri.Selain kedua mahasiswa itu, ada 5 pasangan lagi yang diduga mesum.

Awalnya, anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung menyisir sejumlah hotel kelas bawah yang ditengarai sering jadi ajang mesum, Rabu (30/10/2013) dini hari.

Hotel pertama kali yang dirazia adalah Hotel Grand, namun di hotel itu Satpol PP tidak terdapat pasangan mesum.  Sepeleton anggota Satpol PP lantas ke Hotel Nasional dan mendapatkan dua pasangan bukan suami isteri yang tidur sekamar.

Uniknya, seorang kakek berusia 73 tahun menginap bersama perempuan bukan muhrimnya berusia 52 tahun di hotel itu.
Masing-masing adalah SD asal Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio, Lamongan dan RUS asal Desa Sammbirobyong, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung.

Pasangan berikutnya dari Hotel Nasional adalah MUL (43) asal Kota Metro, Lampung dan IND (45) warga Jl Trunojoyo, Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.

Usai dari Hotel Nasional, tim Satpol PP bergerak ke Hotel Palem dan menemukan tiga pasangan yang diduga kuat sedang mesum.

Pasangan pertama, JUL (33), warga Jl MT Haryono, Tulungagung dan MES (33), warga
Dusun Kambingan, Desa Dayu, Kecamatan
Nglegok, Blitar.

Pasangan kedua, GUS (33), warga Desa Sumberingin, Kecamatan Ngunut, Tulungagung dan IND (28), warga Dusun Sawentar, Desa Sedayugunung, Kecamatan Besuki, Tulungagung.

Pasangan ketiga, NOV (30), warga Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung dan SUG (30) asal Lamongan.

"Razia ini kami gelar karena banyak laporan dari masyarakat bahwa hotel-hotel itu sering jadi tempat mesum," kata Kepala Satpol PP Bagus Kuncoro melalui Kabid Kantibmas Hary Dwi Subagio.

Menurut dia, 6 pasangan mesum itu selanjutnya didata dan dibawa ke kantornya untuk diceramahi oleh dai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tulungagung.

"Setelah itu kami informasikan kepada keluarganya agar menjemput," katanya

*foto hanya ilustrasi
Sumber: tribunnews.com

Advertiser