Selasa, 15 Oktober 2013

Kouta Tidak Jelas, CPNS Ponorogo Jalur Honorer K2 Rawan Penipuan

Berita Ponorogo - Ada oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang menjanjikan lolos seleksi dalam rekrutmen tenaga honorer kategori dua (K2), asalkan peserta bersedia membayar uang pelicin antara Rp 50 juta hingga Rp 100 juta.

Salah seorang honorer K2 di lingkup Dinas Pendidikan Ponorogo, bernama Han pernah ditawari.

‘’Saya ditawari tapi harus bayar di depan,’’ ungkap Han, kemarin (14/10).

Han juga menjelaskan, calo rekrutmen itu berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di salah satu satker. Calo tersebut mengatakan bahwa rekrutmen K2 sebenarnya tidak dibatasi kuota. Melainkan tergantung lobi pemerintah daerah melalui badan kepegawaian daerah (BKD). Namun, untuk mendapatkan kuota itu tidak gratis, jika para tenaga honorer yang ingin lolos, harus ikut menanggung biaya lobi ke Jakarta.

‘’Alasannya rasional sehingga kami sempat tertarik,’’ ujar Han.

Han juga menambahkan, calo itu juga menegaskan rekrutmen CPNS dari jalur honorer hanya digelar tahun ini. Jika honorer K2 pada bulan November gagal, maka masa pengabdian mereka selama ini akan sia-sia.

‘’Ketidakjelasan kuota yang membuat kami gelisah. Bisa jadi banyak honorer yang termakan janji calo rekrutmen itu,’’ jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi A DPRD Ponorogo, Mursid Hidajat, membenarkan adanya calo rekrutmen honorer K2 yang berkeliaran mencari korban. Dia mengaku juga menerima banyak keluhan tentang proses rekrutmen CPNS jalur K2 yang tidak jelas.

‘’Berapa kuota, mekanisme dan teknis rekrutmen juga belum jelas. Minimnya sosialisasi dari BKD menyebabkan kalangan honorer resah,’’ terang Mursid.

Ketidakjelasan informasi itu, kata Mursid, memunculkan kecurigaan adanya permainan. Sebagian honorer K2 rela membayar Rp 50 juta hingga Rp 100 juta asalkan ada jaminan lolos.

‘’Harusnya BKD menjelaskan teknis rekrutmen honorer K2 sejelas-jelasnya,’’ tandas politikus dari PKB itu.

Sementara itu, Kepala BKD H Syaifur Rachman mengatakan jika pihaknya selama ini sudah transparan soal rekrutmen honorer K2. Mulai proses pendataan, verifikasi, hingga tahapan rekrutmen.

Namun, Terkait kuota dan teknis rekrutmen, Syaifur mengaku belum mendapat petunjuk teknis dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) di Jakarta.

‘’Kami akan transparan menjalankan rekrutmen CPNS dari jalur honorer ini,’’ tegasnya.

Sumber: radarmadiun.info

Advertiser