Rabu, 16 Oktober 2013

Korupsi Obat, Mantan Direktur RSUD Trenggalek Jadi Tersangka

Beritatrenggalek.com - Mantan Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek, Noto Budianto ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Trenggalek, Jawa Timur, terkait dugaan korupsi pengadaan obat-obatan senilai Rp6,8 miliar. 

Seperti dikutip dari portalkbr, bahwa mantan Direktur RSUD dr Soedomo telah ditetapkan sebagai tersangka, namun pemeriksaan teharap tersangka hari ini (Rabu,16/10) gagal, karena tersangka belum siap.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek, Supriyanto mengatakan, penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah pihaknya mendapatkan sejumlah barang bukti bukti yang cukup kuat.

Namun lanjut dia, upaya pemeriksaan tersangka hari ini (Rabu, 16/10),  gagal dilakukan karena yang bersangkutan mengaku belum siap dan masih menunggu pengacaranya.

"Perkembangan untuk kasus dugaan korupsi obat, rencananya ini tadi mau melakukan pemeriksaan mantan direktur. Ini tadi juga datang tapi memberi tahu kami bahwa yang bersangkutan belum siap. Rencananya dalam minggu ini kami lakukan pemeriksaan lagi, statusnya langsung tersangka," kata Supriyanto.

Kasus dugaan korupsi pengadaan obat di RSUD dr Soedomo Trenggalek bermula dari pengadaan obat-obatan dan alat kesehatan tahun 2011-2012 senilai Rp 6,8 miliar.

Dalam perjalanannya pihak rekanan memberikan komisi ke pihak rumah sakit senilai Rp 98 juta, namun uang itu oleh direktur justru dialihkan ke rekening lain. Kasus tersebut diperkirakan menyebabkan kerugian keuangan negara hampir Rp 100 juta rupiah.

Sumber: portalkbr.com

Advertiser