Jumat, 11 Oktober 2013

Kios dan Kafe "Liar" Depan Stasiun Tulungagung Dirobohkan Secara Paksa

Berita Tulungagung - Dengan menggunakan alat berat dan mendapat pengawalan ketat 160 personel polisi, TNI, dan Satpol PP, akhirnya 12 bangunan kios dan kafe "liar" yang berdiri secara permanen di atas aset tanah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di depan Stasiun Tulungagung, Jawa Timur dirobohkan secara paksa, kamis (10/10).

Manager Humas PT KAI DAOP 7 Madiun, Gatut Sutiyatmoko, mengatakan, eksekusi lahan tersebut murni dilakukan untuk menertibkan aset-aset milik PT KAI.

Dua belas kios, warung, kafe serta bangunan tempat tinggal yang berdiri dan beroperasi di depan Stasiun Tulungagung itu dia pastikan ilegal karena tidak pernah membuat perjanjian kontrak dengan PT KAI.

"Mereka melakukan kontrak di bawah tangan dengan para penghuni rumah dinas PT KAI. Mereka adalah keluarga pensiunan PT KAI yang menghuni rumah dinas dengan cara sewa-kontrak, namun hak pakainya lantas disalahgunakan sehingga muncul belasan bangunan liar di sini," terangnya, usai menyaksikan proses eksekusi di Tulungagung .

Tidak ada perlawanan dari pihak warga yang selama ini menempati kios-kios aneka makanan dan rumah tinggal saat di eksekusi.

Tujuh dari 12 keluarga yang sebelumnya memilih bertahan tak mau diusir akhirnya bersedia mengemasi seluruh barang serta harta bendanya sebelum alat berat jenis ekskavator mulai menghancurkan satu persatu bangunan tersebut.

"Lima keluarga lain telah mengosongkan kios dan tempat tinggal mereka sejak beberapa hari lalu, namun yang tujuh keluarga baru tadi pagi bersedia pindah. Alhamdulillah eksekusi ini berjalan kondusif," ungkapnya.

Gatut mengakui proses pengosongan aset lahan/tanah di depan Stasiun Tulungagung sempat berjalan alot. Hal itu dikarenakan pihak pemilik kios/bangunan liar mendapat sokongan dari sekelompok preman yang mengatasnamakan jaringan Hercules, Jakarta.

Tidak tanggung-tanggung, kelompok preman ini tercatat dua kali melakukan unjuk kekuatan di depan stasiun dan meminta negosiasi ulang wacana pengosongan lahan oleh PT KAI.

Namun perusahaan milik pemerintah ini bergeming dengan teror kelompok Hercules tersebut.

Kamis pagi, dengan mendapat pengawalan ketat 160 personel polisi, TNI, dan Satpol PP, PT KAI mengerahkan satu unit alat berat untuk melakukan eksekusi paksa.

Cara itu terbukti ampuh. Seluruh kios, kafe dan bangunan tempat tinggal yang berdiri permanen akhirnya berhasil dirobohkan tanpa ada resistensi berarti dari masyarakat.

"Selain bertujuan penertiban aset, lahan ini sudah masuk rencana PT KAI untuk dikerjasamakan dengan pihak investor dari CV Maju Mapan untuk dijadikan Super Mall Tulungagung City," ujarnya.

Sumber: antarajatim.com
Gambar hanya ilustrasi 12 bangunan kios dan kafe Liar Depan Stasiun Tulungagung Dirobohkan

Advertiser