Selasa, 29 Oktober 2013

Jalan Rusak, Warga Trenggalek Tutup Akses Jalan PT AKAS

Beritatrenggalek.com - Puluhan warga  Dusun Bedoyo, Desa Jati, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur pada hari Minggu (27/10), menutup paksa akses jalan keluar masuk alat berat dan truk pengangkut material batu kapur dan pasir besi milik PT AKAS. Protes tersebut dilakukan warga dengan membuat portal.
 
Aksi protes warga ini dilakukan  akibat padatnya aktivitas perusahaan tersebut, hingga menyebabkan jalan desa menjadi rusak. Tidak hanya itu warga geram dengan polusi udara berupa debu.

Warga menilai perusahaan sering tidak menepati janjinya untuk membantu perawatan jalan desa, dengan menyemprotkan air dua kali sehari agar tidak berdebu. Tak pelak warga pun membuat portal di pintu masuk area pertambangan dan mengancam akan menutup area tersebut sewaktu-waktu jika perusahaan tidak menepati janji.

Sejumlah tokoh masyarakat mengaku sudah kesal dengan kondisi tersebut. Jarot Widoyo, salah satunya. Warga merasa jengah atas janji-janji yang diberikan kedua perusahaan itu.

Pasalnya, janji PT AKAS memperhatikan kondisi jalan sama sekali tidak diindahkan. Djarot menuturkan, hingga ada realisasi perbaikan jalan, warga hanya meminta agar dilakukan penyiraman air secara berkala agar debu di musimn kemarau tidak beterbangan kemana-mana."Mana kenyataannya, " cetuk Djarot seperti dikutip dari memokediri.

Jika tetap tidak ada kesanggupan dan realisasi,  pihak perusahaan harus mematuhi lima poin yang diajukan warga. Yakni menyirami jalan Bedoyo-Jabung dua kali sehari, melakukan penambalan, mengaspal jalan apabila PT AKAS memproduksi aspal hotmix, paling lambat dikerjakan dua bulan ke depan, dan warga akan memberikan lampu hijau untuk melakukan eksplorasi jika kedua perusahaan sudah melakukan kewajibannya.

Hartado, Kepala Base Camp PT AKAS membenarkan jika warga sempat melancarkan protes terhadap perusahaannya. Warga memprotes tidak adanya truk tangki yang biasanya menyiram air ke jalan penghubung Dusun Bedoyo dan Dusun Jabung itu.

Namun Hartadho berkilah jika perusahaannya tidak melakukan penyemprotan badan jalan. Truk tangki penyemprot air menurutnya terus melakukan penyemprotan."Setahu saya  sehari saja tidak menyemprot," kilahnya. Soal surat kesepakatan bersama dari warga, Hartado mengaku belum bisa memberikan jawaban.(mk)

Advertiser