Sabtu, 12 Oktober 2013

Heboh Rekaman TV Swasta Bocor, Diduga Menutupi Keburukan Kader-Kader Golkar

Hampir semua media ramai memberitakan ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mohtar, yang tertangkap tangan bersama anggota DPR dari Fraksi Golkar Chairun Nisa terkait suap kasus putusan MK terhadap gugatan pilkada kabupaten Gunung Mas. Dan sampai saat ini kasus penangkapan tangan ini terus menggelinding.

Seperti kita ketahui, Saat penangkapan terjadi, beberapa televisi, khususnya televisi berita langsung membuat segmen breaking news.

Namun dari kejadian itu, beredar juga rekaman video, bocornya percakapan seorang reporter televisi swasta dengan pembawa acara, yang diduga sengaja ingin menutupi keburukan kader-kader Golkar yang ditangkap KPK

Dalam video berdurasi 14 menit yang telah beredar di media sosial, dialog reporter tentang larangan penyebutan Partai Golkar ikut terekam dan terdengar jelas. "Golkar-nya gak usah disebut ya," demikian pada menit 8:32.

Media memang bisa menggiring opini publik untuk menjustifikasi seseorang bersalah dan menyebarluaskan aibnya ke seluruh dunia. Sebaliknya, media juga bisa menutupi kesalahan pihak tertentu dengan cara tidak memberitakannya.

Untuk melihat Video Heboh Rekaman TV Swasta Bocor, Diduga Menutupi Keburukan Kader-Kader Golkar Klik Disini

*dari berbagai sumber

Advertiser