Senin, 07 Oktober 2013

Hanura Trenggalek Menuntut Ketua DPD Dipecat

Beritatrenggalek.com - Kecewa dengan kinerja Anam Ardiansyah yang dinilai arogan dan otoriter. Seluruh pengurus DPC, PAC serta Dewan Penasehat Partai Hanura Kabupaten Trenggalek, menuntut Anam Ardiansyah mundur sebagai ketua. Sebagai puncak dari kekecewaan tersebut, DPC, PAC serta Dewan Penasehat mengirimkan surat  mosi tidak percaya ke DPD (Dewan Pimpinan Daerah) dengan tembusan DPP (Dewan Pimpinan Pusat).

Hal tersebut dibenarkan Tuhu Prasetyo, Sekretaris DPC Hanura Kabupaten Trenggalek. Dia mencontohkan beberapa sikap dan kebijakan yang dinilai tidak pas dilakukan seorang ketua. Hampir sebagian besar kegiatan partai, selama ini tidak melibatkan pengurus. Mulai tahap perencanaan hingga pelaksanaan dilapangan. Dan yang paling menjadi kekecewaan adalah masalah anggaran. “Sama sekali tidak ada keterbukaan. Itu yang membuat kami kecewa,” kata Tuhu.

Kekecewaan pengurus DPC, PAC hingga dewan penasehat semakin besar ketika dalam  dua bulan terakhir, ketua mereka tidak pernah datang ke kantor DPC Hanura Trenggalek. Pun dengan agenda kegiatan yang sudah direncanakan. “Secara prinsip tidak masalah kalaupun ketua tidak hadir. Toh kami tetap bisa melaksanakan tugas dengan maksimal. Tapi setidaknya ada koordinasi,” tukas Tuhu Prasetyo kepada wartawan.

Awalnya, beberapa pengurus mencoba melakukan komunikasi. Namun hasilnya nihil. Puncaknya  pengurus DPC bersama  11 PAC dan dewan penasihat, termasuk juga dukungan para caleg dari Partai Hanura Trenggalek sepakat mengirimkan mosi tidak percaya ke DPD. “Ini sudah menjadi puncak kekecewaan kami. Makanya kami sepakat mengirim mosi tidak percaya ke DPD,” terang  Tuhu.

Langkah tersebut lanjut Tuhu disikapi sekaligus di tindaklanjuti DPD Partai Hanura Jawa Timur. Dalam hal ini segera dilakukan pemecatan dan menganti Anam. Salah satu pertimbangannya adalah kelangsungkan agenda parpol jelang pileg dan pilpres yang sudaj ditata sebelumnya. “Semuanya demi Partai Hanura. Kami berharap banyak DPD dan DPP secepatnya  mengambil sikap,” pungkas Tuhu. Sementara itu Sekretaris DPD Hanura Jawa Timur Sudjatmiko dikonfirmasi Memo mengaku jikalau saat ini pihaknya sudah menerima surat mosi tidak percaya atas kepemimpinan Anam Ardiansyah sebagai ketua.”Kami sudah menerima suratnya,” akunya.

Menindaklanjuti hal itu Sudjatmiko mengaku akan segera proses terkait surat tersebut. Tentu saja dengan melakukan cross cek untuk mengetahui kebenaran dari permasalahan tersebut.”Segera kami tindaklanjuti sesuai AD/ART. Tapi kan ndak bisa seenaknya memberhentikan orang. Semua ada prosedurnya,” papar Sudjatmiko.

Sumber: kediriupdate.com

Advertiser