Minggu, 20 Oktober 2013

Duh! Warga Ponorogo Gunakan Air Selokan Untuk Mandi

Berita Ponorogo - Sumur yang sudah di bangun mulai pengeboran, pipanisasi, mesin dan juga megah tandon airnya dengan kapasitas diatas sepuluh ribu liter di Dusun Bakayen, Desa Plalangan Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mangkrak tidak berfungsi.

Keberadaan sumur Bor yang tidak berfungsi ini disayangkan oleh ribuan jiwa warga yang berada di Desa Plalangan,Desa Jimbe, Desa Mrican dan Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, pasalnya ke semua desa tersebut diatas komsumsi air bersihnya sangat mengandalkan air dari PDAM. Dan setelah mendapatkan bantuan sumur Bor tersebut, Mereka merasa gembira karena akan mendapatkan air yang murah dan  bisa memanfaatkan air bersih yang layak komsumsi. Akan tetapi sumur tersebut malah mangkrak entah apa yang membuat sumur tersebut tidak berfungsi layaknya sumur PDAM.

Yudistira (25) warga Dusun Setutup, Desa Jimbe mengatakan kalau untuk minum dan masak keluarganya harus mengambil dari tandon air yang berada di Desa Jimbe dengan menggunakan jirigen karena sumur dan tandon yang berada di sebelah rumahnya itu tidak ada airnya.

“Kalau untuk masak dan minum kita ambil dari tandon air yang aliranya dari Dusun Simo, Desa Jimbe, sedangkan kalau untuk mandi beberapa rumah mulai dari rumah kami, rumah mbah sisam, rumah Simar, Amin dan Silah dan masih banyak lagi itu kalau untuk mandi gunakan air selokan yanng keruh seperti air banjir kemudian di alirkan ke kolam-kolam yang berada di depan atau belakang rumah masing-masing warga, sehingga air selokan kalau sudah masuk ke kolam penampungan yang mirip kolam ikan itu, akan menjadi tidak keruh karena berhari-hari mengendap dibawah kolam,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Marsun (45) warga Bakayen yang juga mengaku kalau kondisi daerahnya itu sudah lama merindukan manfaat dan bisa berfungsinya sumur bor air bersih tersebut. pasalnya ratusan KK warga di sekitarnya untuk mandi gunakan air yang tak layak karena tidak berfungsinya sumur bor tersebut.

”Sumur ini sebenarnya sangat diharapkan dan dirindukan warga beberapa desa yang kebetulan daerah pemukimannya tidak bisa di buat sumur gali atau sumur bor, bahkan dulu -dulunya wilayahnya semua warga komsumsi air selokan yang tak layak ini akan tetapi setelah ada Sumur Bor di Dusun Simo Desa Jimbe bisa terbantu air bersihnya, tapi kalau untuk mandi masih gunakan air selokan yang aliranya dari sungai cemer di Kecamatan pulung sana, padahal air itu seharusnya untuk irigasi sawah akan tetapi warga juga memanfaatkan untuk dikomsumi sebagai air mandi dan mencuci pakaian,” tandasnya.

Begitu juga, Hariyanto (42) warga Dusun Bakayen yang kebetulan juga anggota BPD Desa Plalangan juga sangat mengharapkan difungsikannya sumur yang sudah memiliki tandon air berukuran besar tersebut. Pasalnya sumur dan mesin juga tandonnya mangkrak hingga sekarang.

“Kami hanya bisa berharap kepada ahli air atau ahli sumur barangkali mampu memberikan solusi terhadap keberadaan sumur diwilayah kami, yang sudah lebih tiga tahun mangkrak, meskipun sudah tingkat tiga mesin dieselnya tetapi tetap tidak bisa mengisi tandon yang sudah dibangun megah itu, kalau sudi pihak PDAM Ponorogo memberikan masukan atau solusi bagaiman sumur yang di tunggu ribuan KK dari empat wilayah desa itu bisa bermanfaat, jujur kami rindukan air bersih ini,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Bakayen, Kani, mengaku kalau kedalam 100 meter dan terkait pipa dan besarnya mesin ia mengaku tidak paham.

“kalau kedalam sumur itu dulu sekitar 100 meter akan tetapi kalau piupanya berapa diameternya dan mesin dieselnya berapa kwh kami kurang paham mas,” ujar Kepala Dusun Bakayen ini.

Sementara Direktur PDAM Ponorogo, Lardi ketika dikonfirmasi terkait keberadaan sumur yang mangkrak itu, sumur itu bukan bikinan PDAM akan tetapi PDAM diharapkan bisa mengelola sumur itu, hingga bisa gunakan atau komsumsi oleh warga.

“masih akan saya konfirmasi ke staf saya iya mas, karena saya kurang paham itu,dan kalau memang nanti tetap akan kita bantu bila ada kekurangan agar kepala Desa segera membuat pengajuan perbaikan sumur dan kita akan tangani nya, apalagi sumur itu ternyata dari proyek Bidang Kimpraswil PU Ponorogo”pungkas Direktur PDAM Kabupaten Ponorogo.

*foto: tandon sumur yang mangkrak
Sumber: siaga.co

Advertiser