Jumat, 11 Oktober 2013

Dua Siswi SMP Tulungagung Dipaksa Pesta Seks

Berita Tulungagung - Polisi Tulungagung meringkus dua pemuda yakni Miswoyo Aris Munandar, 20 dan Septiyan Candra Kusuma, 18, yang sama-sama warga Desa Kaliwungu Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung, Mereka berdua diduga mencabuli dan mensetubuhi dua pelajar berusia 13 tahun, sebut saja Bunga dan Melati. Keduanya juga warga Kecamatan Ngunut.

Peristiwa bermula saat korban pulang sekolah pada Rabu siang (2/20) lalu. Korban langsung pulang ke rumah masing-masing. Setibanya di rumah, Melati langsung pergi lagi tanpa berpamitan kepada orang tuanya. Melati pergi mengajak Bunga dan mereka langsung bertemu dengan dua pelaku. korban dan pelaku diketahui sudah saling mengenal melalui pesat singkat alias SMS.

Dua pasangan itu lantas pergi jalan-jalan berboncengan sepeda motor. Mereka menuju ke kawasan Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut. Sebelumnya, pelaku sempat berhenti di sebuah warung untuk membeli minuma keras (miras). Setibanya di lokasi, dua pasangan itu berhenti di sebuah gubuk kecil. Mereka berduaan di lokasi tersebut hingga matahari terbenam.

Saat korban mengajak pulang, dua pelaku justru mengajaknya mabuk dengan minuma yang sudah dibeli sebelumnya. Meski sempat menolak, korban akhirnya menuruti pelaku. Empat orang itu pun mabuk bersama. Ketika mabuk berat, korban pun disetubuhi pelaku di gubuk tersebut. “Pelaku mencabuli dan menyetubuhi korban dalam keadaan mabuk. Mereka pesta miras dan seks,” ungkap Kapolres Tulungagung AKBP Whisnu Hermawan Februanto melalui Kasubbag Humas AKP Dwi Hartaya.

Pelaku baru bisa ditangkap setelah orang tua Melati mencari ke beberapa lokasi di sekitar rumah. Lantaran tidak ada, orang tua Melati menunggu di jalan tak jauh dari rumah. Kamis (3/10) dini hari sekitar pukul 02.00, orang tua Melati melihat dua sepeda motor dari kejauhan. Setelah berdekatan, orang tua Melati mengetahui yang dibonceng adalah anak kandungnya. Dua motor itu pun langsung dicegat oleh beberapa warga yang saat itu ikut mencari korban.

Sontak orang tua Melati kaget mengetahui anaknya dalam keadaan mabuk dan diantar pria yang belum dikenal. saat itulah korban mengaku sudah disetubuhi pelaku. Warga lantas membawa dua pelaku dan korban ke Polsek Ngunut. pihak polsek lantas menyerahkan ke unit perlindungan perempuan dan anak (UPPA) polres Tulungagung. Jum’at (4/10) pelaku ditahan di Polres Tulungagung setelah terbukti menyetubuhi 2 bocah bau kencur itu.

Dari pemeriksaan sementara, pelaku mengelabuhi korban agar mabuk yakni dengan mencapur miras dengan pepsi blue. Parahnya dalam keadaan mabuk, pelaku sempat bertukar pasangan. “Diduga mereka sempat bertukar pasangan. Kami masih lakukan pengembangan,” kata Dwi -sapaan Dwi Hartaya.

Kasus tersebut kini dalam penanganan UPPA Polres Tulungagung. polisi mengamankan barang bukti berupa baju, celana jins dan pakaian dalam milik korban. Pelaku dikenakan pasal 81 ayat 2 UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sumber: jpnn.com

Advertiser