Minggu, 13 Oktober 2013

Ditinggal Makan, Rumah Warga Tulungagung Ludes Terbakar

Rumah milik Minarsih, 40, warga di Desa Selorejo, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, kemarin (12/10) siang, rumah anak Mbah So tukang pijat kondang di desa tersebut, ludes dilalap si jago merah.

Seperti dikutip beritatrenggalek.com dari tulungagungtoday, diduga kebakaran berasal dari api tungku kompor kayu bakar. Beruntung, kejadian ini tak memakan korban jiwa. Kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah.

Sebelum kebakaran terjadi, pemilik rumah memasak di dapur menggunakan tungku kayu bakar. Tak lama, dia pergi ke ruangan lain di rumah tersebut dan mengambil sepiring nasi untuk makan siang. Diduga api di tungku mengenai benda lain di dapur dan membakarnya.

“Api langsung cepat membesar hingga atap bagian dapur seluruhnya ambruk. Kejadian sekitar pukul 12.00,” ungkap Katijan warga di lokasi kejadian.

Pria berusia 50 tahun itu mengatakan, sebelum api merobohkan atap dapur, pemilik rumah keluar dan berteriak minta tolong. Warga pun berduyun-duyun menolong dengan mengeluarkan barang berharga seadanya. Di antaranya meubel, dan surat penting. Warga juga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

“Kami pinjam tabung pemadam besar milik SPBU tak jauh dari lokasi kebakaran. Ini sambil menunggu pemadam tiba,” kata Katijan.

Baru sekitar 30 menit, pemadam kebakaran tiba di lokasi. Tim langsung memadamkan api dengan menyemprotkan air. Api berhasil dipadamkan satu jam kemudian.

Saat dimintai keterangan, Minarsih masih terlihat shock. Dia tak menyangka rumahnya hangus terbakar.

“Saya merebus air pakai tungku kayu bakar, lantas ditinggal makan. tiba-tiba api membesar dan membakar dapur,” ungkapnya.

Api juga menghanguskan dua bok besar berisi ternak jangkrik dan dua ekor kambing. Sebagian atap rumah bagian depan juga ikut terbakar.

Kapolsek Ngunut Kompol Suseno membenarkan adanya kejadian tersebut. Dari hasil identifikasi sementara, penyebab kebakaran diduga kuat dari tungku yang digunakan untuk memasak.

“Api dalam tungku menyahut benda lain dan membakar dapur serta sebagian atap rumah inti,” ujar Kapolsek Ngunut saat ditemui di lokasi kejadian.

Pria berkumis itu menambahkan, api cepat membesar, karena tiupan angin yang saat ini cukup kencang. Untuk itu, warga diharap waspada.

“Angin bertiup kencang lantas menyebabkan api cepat membesar dan mudah membakar benda lain disekitarnya,” jelas Suseno.(ttd)

Advertiser