Rabu, 09 Oktober 2013

Dikepruk, Mantan Dandim Pacitan Meninggal Dunia

Letkol (purn) Infantri Suharto (68), mantan Komandan Kodim 0801 (Dandim) Pacitan, menjadi korban curanmor yang disertai kepruk kepala di wilayah Sidoarjo akhirnya meninggal dunia.

Suharto menjadi korban kejahatan curanmor di kompleks pergudangan Benteng Tunggal, Desa Bohar, Kecamatan Taman, Sidoarjo pada hari Senin (30/9/2013) lalu, sekitar pukul 07.00 WIB pagi. “Ketika itu Bapak habis mengantarkan cucunya ke sekolah. Tanpa disangka, sepulang dari mengantar cucunya, Bapak menjadi korban,” kata Eris, anak bungsu korban.

Pertama kali jenazah Suharto ditemukan oleh satpam pergudangan setempat, lalu dibawa ke ICU RSUD Sidoarjo. Akibat pemukulan pipa besi, Suharto mengalami gegar otak berat hingga tidak sadarkan diri. Tiga hari di rawat di RSUD, tidak ada tanda-tanda perubahan yang signifikan. Akhirnya di pindah ke RS Bhayangkara Surabaya. “Di RS Bhayangkara sempat dilakukan operasi, tapi Bapak masih tetap belum sadar juga,” kata Eris yang setia menjaga bapaknya selama menjalani perawatan.

Sembilan hari mengalami koma, akhirnya Suharto menghembuskan nafas terakhir. Isak tangis pun tak terbendung dari keluarga yang ditinggalkan korban. Selasa (8/10/2013) pukul 12.00 WIB jenazah tiba di rumah duka di komplek Green Park Regency, Sekardangan, Sidoarjo dengan upacara militer.

Upacara pemakaman dipimpin langsung oleh Dandim Sidoarjo, Letkol (Arh) Bambang Utomo. Dalam sambutannya, Bambang yang telah bekerjasama dengan Polres Sidorajo mengajak masyarakat untuk memerangi begal dan perampok. “Bapak Suharto meninggal dunia akibat suatu kejadian perampasan motor dengan modus kepruk kepala. TNI sudah kerjasama dengan Polres. Kami juga mengajak semua masyarakat untuk memerangangi kejahatan ini. Atas meninggalnya Almarhum, kami para anggota TNI merasa kehilangan. Semoga arwah Almarhum diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa,” tandas Letkol (Arh) Bambang Utomo.

Suharto dimakamkan di TPU Sekardangan. Almarmuh meninggalkan tiga orang anak dan empat cucu. Selama hidupnya, almarhum dikenal ramah oleh tetangga. Selain hobi tennis, almarhum juga peyayang pada anak2 kecil. “Tidak menyangka Yangkung (panggilan akrab almarhum semasa hidup) meninggal dengan cara begini. Mudah-mudahan pelaku bisa ditangkap secepatnya,” kata Charlie, tetangga almarhum yang ikut mengantar jenazah ke makam.

Atas kejadian ini, 2 Oktober lalu, jajaran Polres Sidoarjo berhasil menangkap pelaku. Diantaranya, Endrik alias Corong, 22, M Sugito, 36, dan Bambang Sudarsono, 37. Bahkan Samsuri sudah ditembak mati oleh petugas karena melawan saat ditangkap. Kini petugas masih mengejar seorang pelaku berinisial SY. “Kami akan terus mengejar pelaku lain. Karena tidak menutup kemungkinan masih ada komplotan lain yang masih berkeliaran,” kata Kasatreskrim Polres Sidoarjo AKP Rony Setyadi.

Sumber: siaga.co

Advertiser