Minggu, 20 Oktober 2013

Di Tulungagung Ditemukan 37 Balita Gizi Buruk

Berita Tulungagung - Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, harus lebih banyak menganggarkan dana kesehatan untuk masyarakat Tulungagung. Sebab, masih ada 37 balita di Tulungagung yang mengalami gizi buruk. Balita tersebut tersebar di 19 kecamatan.

Seperti dikutip dari jpnn, ditemukan 37 balita gizi buruk di Tulungagung

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan keluarga (Kesga) Dinkes Tulungagung dr Bahrudin mengatakan, jumlah kasus balita gizi buruk tidak sebanyak pada 2012, sekitar 79 balita, tahun ini ditemukan 37 kasus balita gizi buruk. "Dibandingkan dengan tahun lalu, balita yang mengalami gizi buruk justru menurun," ungkapnya.

Dia mengatakan, penyebab balita gizi buruk tidak selalu kekurangan makanan bergizi. Bisa juga karena sakit sehingga asupan gizinya bisa berkurang. "Sebagian besar yang kita temukan itu karena adanya penyakit bawaan seperti jantung bocor dan bibir sumbing," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Gizi Nunuk Handayani membenarkan adanya balita gizi buruk. Namun, setelah dilakukan intervensi, jumlah tersebut berkurang. Jika sebelumnya ada 37 balita menderita gizi buruk, sekarang sudah menurun menjadi 11. "Yang lainnya menjadi status gizi kurang," tambahnya.

Nunuk menerangkan, tidak semua balita gizi buruk itu bergantung pada penanganan dinkes. Namun, ada beberapa SKPD terkait yang juga berhak menangani seperti dinas sosial, rumah sakit, dan bappeda. "Jadi, tidak semua tanggung jawab dinkes," terangnya.

Ketika ditanya soal anggaran yang disediakan pemerintah untuk balita gizi buruk? Nunuk enggan menjawab secara terperinci. "Pemerintah hanya menganggarkan pemberian biskuit dan susu," katanya.

Untuk anggaran pengobatan, dinkes masih mengusulkan ke provinsi. "Kami masih dalam proses pengajuan," imbuhnya.

Advertiser