Selasa, 01 Oktober 2013

BPD Tuding Dana Kompensasi Kediri Water Park Ditilap

BPD Tuding Dana Kompensasi Kediri Water Park Ditilap
Berita Kediri - Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pagung, menuding dana kompensasi pembangunan Kediri Water Park di Lereng Gunung Wilis, tepatnya di Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, telah ditilap. dana kompensasi itu dipastikan mencapai ratusan juta rupiah. Tetapi dana yang terkumpul sejak tiga tahun lalu itu tidak jelas.

Riyanto, Anggota BPD Pagung meminta tim pengelola dana kompensasi water park transparan. Tim harus mempertanggung jawabkan dana kompensasi kepada masyarakat. Apabila tidak, pihaknya akan melapor ke pihak yang berwajib.

"Total uang itu berapa. Rinciannya mana. Tim harus membukanya di depan masyarakat. Mereka harus mempertanggung jawabkannya. Sebab, dana itu bukan untuk pribadi, tetapi untuk desa. Artinya untuk kesejahteraan masyarakat juga," desak Riyanto, Senin (30/9/2013)

Sebagai bagian dari BPD Pagung yang baru, Riyanto mengaku, wajib mengetahui. Karena, akan sebagai kepanjang-tanganan masyarakat. Selain itu, dirinya curiga dana itu ditilap. Sebab, saat ia memeriksa kas desa, tidak ada dana sama sekali.

"Sesuai perhitungan kasar kami, seharusnya dana itu mencapai ratusan juta rupiah. Bayangkan saja, proyek yang begitu besarnya. Berapa besar material yang diperlukan. Sementara dana kompensasi itu berasal dari laba pembelian material. Sebenarnya mudah saja menghitungnya. Jika berbelit-belit, tentu membuat kami bertanya-tanya," imbuh Riyanto.

BPD semakin curiga dana kompensasi ditilap, karena dari pengelola water park justru telah menyerahkan penuh. Bahkan, pengelola menunjukkan rincian penyerahan dana kompensasi pembangunan itu secara detail.

Terpisah, Suwarni Karyono, selaku perangkat Desa Pagung sekaligus anggota tim pengelola dana kompensasi mengakui, terjadi persoalan dalam pengelolaan dana. Tetapi, pada tim pertama.

"Tim yang pertama tidak bisa mempertanggung jawabkan dana kompensasi itu. Pembagian antara upah dengan prosentasi yang masuk ke desa tidak jelas. Justru tim yang baru ini, yang diketuai pak Kades berusaha menelusuri persoalan itu. Termasuk dilakukan pemeriksaan keuangan yang dibawa oleh tim lama," kata Suwarni.

Disisi lain, Kepala Desa Pagung Supani yakin, tim yang dikelolanya kali ini telah bekerja profesional, termasuk menyerahkan dana untuk kas desa sebesar 5 persen dari pendapatan tim. Selain itu, tim baru juga mengupayakan kesejahteraan masyarakat, melalui lapangan pekerjaan pada proyek water park.

Sedangkan, Adi Suwono, selaku pengelola Water Park mengatakan, tidak ingin mengintervesi tim pengelola dana kompensasi. Oleh karena itu, ia berharap persoalan itu dapat segera diselesaikan, agar tidak timbul gejolak sosial masyarakat di sekitar proyek.

"Dana itu sudah saya serahkan sepenuhnya. Apabila sekarang ada persoalan, itu terjadi antara tim dengan masyarakat. Saya hanya bisa berharap, supaya segera diselesaikan. Dana itu dibuka secara transparan kepada masyarakat, agar tidak terjadi rasa curiga," kata bos Hotel Bukit Daun Kediri.
Perlu diketahui, proyek pembangunan Water Park Pagung sudah berjalan selama tiga tahun. Proyek yang menelan anggaran triliunan rupiah itu berada di sebuah bukit dengan luas lahan 50 hektar. Pembangunan masih berjalan, dan kini memasuki tahap finishing.

Pengelola proyek memberikan dana kompensasi melalui sistem penyisihan laba pembelian material bangunan. Dana itu dikelola oleh sebuah tim yang didalamnya terdiri dari unsur perangkat desa dan masyarakat. Tetapi seiring waktu, tim telah berganti sebanyak tiga kali. Pergantian itu dikarenakan terjadi persoalan pengelolaan keuangan.

Sempat tersiar kabar, jika dana kompensasi untuk desa seharusnya terkumpul hingga Rp 800 juta selama tiga tahun proyek berjalan. Tetapi oleh kepala desa dibantah, karena hanya sekitar Rp 220-360 juta. Dana itu, sebagian sudah berada di dalam kas desa.


Sumber: beritajatim.com

Advertiser