Jumat, 25 Oktober 2013

Bakar Selingkuhan Hingga Mati, Pria Trenggalek Divonis 18 Tahun Penjara

Beritatrenggalek.com - Muyadi (35), warga Desa Bangun, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur yang didakwa membunuh selingkuhannya Tutik Purwati (26) dengan membakarnya hidup-hidup di kawasan hutan Dusun Gembes, Desa Masaran, Kecamatan Munjungan , divonis 18 tahun penjara oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri setempat, Kamis (24/10).

Sidang  yang dipimpin hakim Wijawijayanto tersebut berlangsung sekitar 40 menit dan majelis hakim secara bergantian membacakan amar putusan di hadapan terdakwa, pengacara serta jaksa penuntut umum.

"Terdakwa secara sah dan meyakinkan telah melakukan pembunuhan terhadap saudari Tutik Purwati. Majelis hakim menjatuhkan hukuman 18 tahun penjara karena terbukti melanggar pasal 338 KUHP," kata Wijawijayanto seperti dikutip dari antara.

Mendengar putusan hakim, terdakwa yang mengenakan kemeja putih itu tampak tertunduk lesu dan mengatakan masih pikir-pikir saat ditanya hakim terkait putusan tersebut.

Vonis hakim tersebut jauh lebih ringan dibanding tuntutan hukuman seumur hidup yang diajukan jaksa penuntut umum Kejari Trenggalek.

Hakim berpendapat, beberapa hal yang meringankan terdakwa antara lain, yang bersangkutan mengakui perbuatannya, menyesal atas tindakannya serta berjanji tidak akan mengulagi.

Sementara itu, pengacara terdakwa, Maryono, mengatakan putusan majelis hakim sedikit melegakan, namun pihaknya tidak langsung menerima, karena akan membicarakan dengan terdakwa maupun pihak keluarga.

"Pada intinya kami bersyukur, karena Mulyadi tidak dihukum seumur hidup. Namun, apabila nanti terdakwa dan keluarga menghendaki untuk mengajukan banding, kami akan lakukan," ujarnya.

Menurut ia, peristiwa pembunuhan itu tidak direncanakan sebelumnya oleh kliennya dan terjadi setelah korban memaksa untuk dinikahi serta mengajak ke rumah pelaku.

"Karena tertekan maka spontan terdakwa gelap mata dan melakukan pembunuhan itu. Seandainya korban tidak memaksa, maka tidak mungkin dibunuh," katanya.
     
Dikonfirmasi terpisah, JPU Kejari Trenggalek Hari Suwignyo juga menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut, karena masih akan berkonsultasi dengan pimpinan.

"Keputusan banding atau tidak menunggu instruksi dari pimpinan, tapi yang jelas vonis tersebut jauh lebih ringan dibanding tuntutan yang kami ajukan," katanya.

Menurut Hari, kasus pembunuhan yang terjadi pada 29 Maret 2013 di kawasan hutan Dusun Gembes, Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, termasuk kategori kejam dan sadis. Hal itu terlihat dari cara pelaku menghabisi nyawa korban dengan lebih dulu dihamtam menggunakan helm dan diinjak lehernya.

"Setelah mengetahui korban dalam kondisi sekarat, ternyata pelaku tidak puas, hingga kemudian membopong tubuh korban ke dalam gubuk penampungan getah pinus dan membakarnya hidup-hidup," jelasnya.(antara)

Advertiser