Rabu, 30 Oktober 2013

Antisipasi Terorisme, Polres Trenggalek Siagakan 10 "Sniper"

Beritatrenggalek.com - Polres Trenggalek, Jawa Timur menyiagakan satu peleton tangkal beranggota 10 prajurit brimob yang memiliki keahlian sebagai penembak jitu (sniper) untuk mengantisipasi masuknya jaringan terorisme di wilayah hukum setempat.

"Mereka menjadi tim buru sergap yang didesain memiliki kemampuan teror, kemampuan penembak reaksi/jitu," Ungkap Kapolres Trenggalek, AKBP Denny Setya Nugraha Nasution, Selasa (29/10), seperti dikutip dari antara.

Deni menambahkan, peleton tangkal yang terdiri dari satu regu pasukan khusus tersebut saat ini terus disiagakan di mapolres untuk mengantisipasi segala bentuk kerusuhan, termasuk gejala terorisme. Mereka dilatih secara khusus dan memiliki kewenangan melakukan penanganan terorisme secara langsung (apabila muncul).

Menurutnya, kasus terorisme memiliki standar operasional prosedur (SOP) sehingga harus ditangani langsung oleh detasemen khusus (densus) 88 antiteror. Namun untuk penanganan awal, peleton tangkal ini memiliki kewenangan hingga tim densus tiba di lokasi.

Penjelasan Deny berkaitan dengan dugaan pelarian sejumlah anggota jaringan terorisme di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Meski ia menampik rumor yang menyebut keberadaan tim burung hantu (densus) di Trenggalek, beberapa pekan sebelumnya, Deny mengindikasikan bahwa jaringan teririsme sempat tercium masuk di wilayah Ngawi.

"Trenggalek sejauh ini aman, tapi kami tetap akan waspada karena pergerakan mereka biasanya sangat tertutup," tandasnya.

Salah satu peningakatan kesiagaan yang kerap disimulasikan langsung oleh jajaran Kepolisian Resor Trenggalek adalah pengamanan setiap personel polisi lalu lintas saat bertugas di lapangan.

Sepuluh anggota regu penembak jitu atau peleton tangkal biasanya disebar di sejumlah titik penjagaan/pengaturan lalu lintas demi mengantisipasi aksi teror terhadap personel polisi, sebagaimana terjadi di sejumlah daerah di Indonesia termasuk ibukota Jakarta.(ant)

Advertiser