Minggu, 20 Oktober 2013

70 Jabatan Sekdes di Ponorogo Kosong

Berita Ponorogo - Sejak tahun 2006-2013 ini hampir mencapai seratus jabatan Sekretaris Desa (Sekdes)  di kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang kosong. Kekosongan ini terjadi akibat kurangnya golongan PNS yang tepat untuk di tempatkan di posisi tersebut.

Sebagai alternatif pemerintah Ponorogo, memberi kelonggaran kepada para PNS untuki mengajukan diri menjadi Sekdes di wilayahnya masing-masing.

Alternatif tersebut diantaranya, PNS yang penting bukan dari fungsional pendidikan dan kesehatan. Kedua, PNS dari Dinas Pendidikan bisa berasal dari pegawai UPTD yang tidak mengajar.

Untuk mengatasi kekosongan posisi sekdes ini, pemerintah kabupaten mendorong untuk diisi oleh  pegawai negeri yang berasal dari lokal desa setempat yang kosong posisi Sekdesnya.

Kepala Pemerintahan Desa Kabupaten Ponorogo, Najib Susilo mengatakan, Kekosongan ini terjadi sejak keluarnya peraturan pemerintah tahun 2006, dimana Sekdes yang telah berusia 60
tahun atau meninggal diganti,dengan pegawai negeri.

Berdasarkan data dari Kantor Pemdes ada sekitar 70 Sekdes lowong sejak tahun 2006. Dari jumlah tersebut 41 pegawai
negeri sipil saat ini sudah diajukan dan mengajukan diri untuk menempati posisi itu. Sehingga masih 30 lagi yang di butuhkan untuk mengisi kekosongan ini.

Tugas ini sebenarnya menjadi tanggung jawab Badan Kepegawaian, sedang tugas dari kantor Pemdes hanya mendorong
mencarikan dan mengusulkan. Sementara ini jabatan tersebut di PLH (Petugas Pelaksanana Harian sampai menunggu pengisian.

“Ada yang mengeluh, tapi juga ada yang tidak, mengeluh karena pekerjaan banyak dan belum selesai. Ada juga yang tidak mengeluh karena tambah penghasilan,” tambah Najib.

Hal senada juga dikatakan Sekretaris Kabupaten Ponorogo, Agus Pramono. “Sudah  diproses  sekitar 30 sampai 41 pegawai untuk mengisi jabatan Sekdes, kekurangannya akan kita isi berikutnya dari pegawai pegawai yang ada dulu,” katanya.

Kekosongan juga terjadi pada posisi kepala desa. Ada 15 kursi kepala desa yang kosong, yang baru akan diisi pada tahun anggaran 2014 mendatang. Jumlah tersebut bertambah satu sejak tahun 2012 kemarin, di Desa Wates Kecamatan Slahung selalu tidak ada yang mendaftar.

Sumber: lensaindonesia

Advertiser