Jumat, 13 September 2013

Wawali Kediri bantah terlibat Korupsi Asuransi

Berita Kediri - Di beritakan sebelumnya, sempat mangkir akhirnya Wakil Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar di periksa Kejari. Pihak Wawali kediri membantah jika Abdullah ikut terlibat dalam korupsi asuransi Pemkot Kediri yang menjerat mantan Walikota Kediri, H Maschut.

Hal itu diungkapkan sekretaris pribadi Abdullah Abu Bakar, Wafa. Saat dihubungi, Wafa, mengaku kalau Abdullah diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. “Iya, tadi saya mendampingi bapak selama diperiksa di Kejati Jatim,” paparnya.

Baca juga: KPK janji koreksi lagi kasus yang di-SP3 Kejati Jatim dan KPK periksa penanganan kasus korupsi di Kejati Jatim

Ketika ditanya materi pemeriksaan, dia mengaku kalau semuanya sudah disampaikan saat di Kediri. Yang pasti, Abdullah tak terlibat dalam program asuransi ini. Malahan, sebenarnya Abdullah berusaha menyelesaikan dan menyelamatkan uang Kasda yang dipakai program asuransi. “Tadi kami juga menyerahkan dokumen terkait program asuransi itu kepada penyidik,” tuturnya.

Seperti diberitakan, Wakil Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar membantah dirinya terlibat dalam dugaan korupsi asuransi pegawai pemerintah kota serta pegawai honorer yang saat ini kasusnya ditangani Kejati Jatim. Dia meminta, agar masalah kekurangan dana asuransi itu diselesaikan oleh inspektorat, sehingga tidak ada tafsir apapun yang dianggap keliru ke depannya.

Sementara itu, pemeriksaan Wakil Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar di Kejati Jatim, Kamis (12/9/2013) berlangsung cepat. Pasalnya, pemeriksaan Abdullah bertepatan pula dengan sidang gugatan di Mahkamah Kontitusi (MK) terkait hasil Pilkada Kediri.

Kasi Penyidikan Pidana Khusus Kejati Jatim, Rohmadi menerangkan Abdullah hadir di Kejati Jatim pukul setengah sembilan pagi dan langsung diperiksa tim penyidik. ”Abdullah hanya diperiksa sampai pukul 12.00 WIB karena yang bersangkutan ada keperluan terhadap sidang MK di Jakarta. Dia datang didampingi tiga pengacaranya,” terang Rohmadi.

Dijelaskan Rohmadi, dalam pemeriksaan ini Wawali ditanya seputar proses asuransi hingga pencairannya. “Dan tadi Wawali menyerahkan empat map yang isinya belum diketahui,” ujar Rohmadi.

Terkait apakah ada indikasi bahwa Wawali Abdullah terlibat atau akan ditingkatkan statusnya menjadi tersangka, Rohmadi belum bisa menjawab secara pasti. “Pihak tim penyidik belum melapor. Hingga kini statusnya masih saksi, nanti apabila ada tambahan pemeriksaan lagi, maka akan dipanggil kembali,” tandasnya.

Untuk diketahui, korupsi ini diduga telah merugikan keuangan negara senilai Rp 4 miliar. Selain mantan Walikota Kediri Maschut, ada dua orang lagi yang turut dijadikan tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Hatta Mami, Kepala Cabang perusahaan asuransi PT Bumi Putera Kediri dan Braja. Uang asuransi ini sendiri dianggarkan dari kas Pemda. Ternyata BPK melarang adanya asuransi tersebut.

Meski dilarang, Pemkot menjalankan asuransi dengan program baru, juga dengan pengajuan baru. Pengajuan ini supaya mendapatkan fee (komisi). Uang fee didapat oleh Braja, agen Bumi Putera. Uang itu selanjutnya dibagi-bagi kepada dua orang, yakni Hatta Mami selaku Kepala Cabang PT Bumi Putera dan Walikota Kediri yang saat itu dijabat Maschut.

Sumber: lensaindonesia.com

Advertiser