Minggu, 29 September 2013

Warga Tulungagung Ragukan Polisi Berantas Penambang Pasir Ilegal

Berita Tulungagung - Aksi memberantas penambangan pasir ilegal (liar) di sepanjang Sungai Brantas yang di lakukan polisi maupun aparat Satpol PP di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, diragukan warga.

"Mereka (polisi) tidak serius. Buktinya penambangan pasir di sini sudah tiga bulan lebih beraktivitas tanpa pernah sekalipun mendapat teguran apalagi razia," kritik Kalim (50), operator jasa perahu penyeberangan di Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, Sabtu.

Keraguan Kalim bukan tanpa alasan. Selain lokasi penambangan pasir liar terbilang dekat dengan kantor polisi setempat, banyak anggata Polri maupun aparat trantib yang selama ini menggunakan jasa perahu penyeberangan mereka saat berangkat maupun pulang kerja.

Jumlah penambang pasir di sejumlah titik jasa penyeberangan juga cukup banyak.

Di sepanjang alur Sungai Brantas yang berada di sekitar Desa Kaliwungu, misalnya, berdasar pantauan Antara terdapat empat titik penambangan pasir mekanik terdeteksi.

Satu dari empat penambangan pasir menggunakan alat mekanik tersebut bahkan memiliki kapasitas penyedotan terbilang besar sehingga mampu membuat area bantaran sungai yang sebelumnya ditanami ilalang dan rumput gajah, berubah menjadi kolam raksasa seluas setengah lapangan bola.

Aktivitas penambangan pasir mekanik juga terihat disepanjang alur Sungai Brantas lain yang membelah Kabupaten Blitar dan Tulungagung.

"Kalaupun mereka ada izin, sesuai aturan seharusnya aktivitas penggalian/penambangan tidak boleh dekat-dekat dengan jalur penyeberangan. Zona yang disepakati setahu kami hingga radius 50 meter," timpal Sopomo, operator perahu penyeberangan lain.

Fakta banyaknya penambangan pasir liar menggunakan alat mekanik berlawanan dengan sesumbar polisi sebelumnya yang berjanji untuk melakukan penertiban.

Meski telah merazia lima titik penyedot pasir mekanik di Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, penertiban serupa tidak kunjung dilakukan di daerah-daerah lain seperti di Kecamatan Ngantru, Ngunut, serta Rejotangan.

"Kami akan lakukan (penertiban) secara bertahap," jawab Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Lahuri.

Sumber: antarajatim.com

Advertiser