Jumat, 13 September 2013

Warga Trenggalek Gelar Ritual Larung Kepala Kerbau di Dam Bagong

Beritatrenggelek.com - Warga Trenggalek menggelar ritual larung kepala kerbau sebagai bentuk sedekah pada bumi. Berbagai kepercayaan diyakini masyarakat Indonesia yang majemuk. Salah satunya di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur ini.

Ritual melempar kepala kerbau bule. Ritual tersebut digelar di salah satu dam terbesar di Kabupaten Trenggalek yaitu Dam Bagong, Jumat (13/9) . Usai dilarung, warga pun berlomba-lomba loncat ke sungai untuk berebut mendapatkan kepala kerbau yang diyakini membawa berkah.

Sebelum menggelar ritual larung kepala kerbau, rangkaian acara di dahului dengan kirab kerbau bule (putih) keliling Kelurahan Ngantru, Trenggalek yang dilakukan oleh para petani, selanjutnya malam harinya dilakukan pegelaran wayang kulit semalam suntuk. Dan juga Melakukan tabur bunga di makam Ki Ageng Menak Sompal. Dia merupakan mantan Adipati Trenggalek yang membuat dam di Sungai Bagong.
 
Tabur bunga ini sebagai bentuk penghormatan pada Ki Ageng Menak Sompal yang telah membuat dam di Sungai Bagong yang kini dapat digunakan untuk irigasi masyarakat di Trenggalek.
 
Setelah ritual tabur bunga selesai, prosesi sedekah bumi dilanjutkan dengan melemparkan kepala kerbau, kulit, kaki dan tulang-tulang kerbau ke Sungai Bagong dari atas dam. Warga yang sudah siap-siap di bawah langsung berceburan ke dalam sungai untuk mencari kepala kerbau yang sudah dilempar sebelumnya.
 
Warga saling berebut untuk mendapatkan kepala kerbau meski harus menyelam ke dasar sungai yang memiliki kedalaman sekitar lima mater. Warga setempat meyakini bila mendapatkan kepala kerbau akan mendapatkan berkah tersendiri dari bumi Trenggalek. “Tapi sulit dapatnya karena airnya deras dan berebut dengan warga lain,” ujar Fajar, salah seorang warga Trenggalek.
 
Acara tahunan ini menjadi tontonan warga Trenggalek dan sekitarnya. Ratusan orang berbondong-bondong menyaksikan ritual melempar kepala kerbau. Tutik, salah seorang warga Kabupaten Trenggalek mengaku senang dengan adanya tradisi larung kepala kerbau ini. Sebab, selain bentuk hiburan ia meyakini acara ini akan membawa berkah tersendiri bagi warga Trenggalek.
 
Acara larung kepala kerbau ini digelar setahun sekali. Kerbau ini sebagai penganti gajah putih yang disembelih Ki Ageng Menak Sompal saat pertama kali membuat dam.Warga menyakini bila ritual ini tidak dilaksanakan akan terjadi bencana di Kabupaten Trenggalek, khususnya banjir

Sementara itu Menak Sopal sendiri meninggal pada tahun 1490 Saka atau 1568 Masehi, dan dimakamkan di dekat Dam Bagong.

Untuk melihat ritual melarung kepala kerbau bule, bisa klik disini

Advertiser