Senin, 02 September 2013

Warga Pacitan Berburu Batu Kalsedon Hingga Tengah Malam

Berita Pacitan - Diberitakan sebelumnya Heboh, Tanah Persawahan di Pacitan Mengandung Batu Kristal & Emas Dalam waktu sebulan terakhir warga Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan demam batu Kalsedon. Salah satu jenis batu mulia ini diburu warga lantaran harga jualnya cukup tinggi. Karena itu pula, warga rela menggali tanah tegalan hingga malam hari. “Ini pencarian batu Kalsedon sudah ramai sejak puasa lalu,” kata salah satu warga Dusun Krajan, Desa Gendaran, Rusman, Senin (02/09/2013).

Sama seperti warga lainya, Rusman juga berupaya mencari batu tersebut. Dengan penuh semangat dia mengarahkan satu orang rekannya yang bertugas menggali tanah. Sesekali telunjuknya menunjuk ke dalam lubang galian tempat sebongkah batu seukuran kepalan tangan orang dewasa tertanam. “Jajal thuthuken (coba kamu pukul), biar kelihatan batunya,” suaranya kuat memberi instruksi.

Rusman lantas menuturkan, kegiatan mencari batu Kalsedon dimulai saat salah satu warga bernama Misgiyanto menemukan sebongkah batu serupa di areal tegalan. Batu berwarna kuning itu kemudian dipotong-potong menjadi lima bagian dan dibuat akik. Kemudian dijual dan laku Rp 2,5 juta.

Beberapa hari kemudian nasib baik masih menaungi Misgiyanto. Dia kembali menemukan batu sejenis. “Temuan kedua dijual dalam bentuk utuh seberat 3 kilogram. Dijual Rp 3,5 juta,” tutur Rusman.

Pasca temuan Misgiyanto, warga lain kemudian berbondong-bondong mendatangi kawasan tegalan pinggir hutan di desa setempat mencari peruntungan. Tak hanya siang hari, upaya mencari batu Kalsedon dilakukan hingga malam hari. Bahkan dalam semalam pernah ada sekitar 100 orang yang menggali di lahan seluas sekitar 250 meter persegi ini.

Karena sulitnya menemukan batu incaran, warga lantas membentuk kelompok-kelompok. Setiap kelompok terdiri dari lima sampai delapan orang anggota. Mereka bertugas secara bergilir. Selain bergantian menggali, sebagian dari mereka mencari posisi batu yang dicurigai jenis Kalsedon. Caranya dengan menggunakan besi panjang dan menusuk-nusukkannya ke dalam tanah. Jika dirasakan mengenai benda keras, warga baru mulai menggali.

Hanya saja, upaya warga itu tak semulus yang diharapkan. Karena ada salah satu pemilik lahan tak mengizinkan tegalannya dijadikan lokasi pencarian batu. Meski demikian, tidak semua pemilik lahan keberatan. Ada beberapa yang tetap memberi restu. Dengan syarat, tanah bekas galian dikembalikan lagi seperti sebelumnya.

Batu Kalsedon adalah kuarsa jenis kriptokristalin (memiliki struktur kristal yang sangat halus) yang transparan atau tembus cahaya, digunakan sebagai hiasan dan permata. Kalsedon tidak sekeras kuarsa murni dan terdapat dalam jumlah besar di rongga-rongga batu vulkanis. Kalsedon yang biasa tidak sepenuhnya transparan, tetapi memiliki bintik-bintik dan pusaran putih-susu. Warnanya beragam, seperti putih, abu-abu, kuning, biru, dan cokelat.

Kalsedon merupakan batu yang umum dijadikan permata berukir pada zaman dahulu. Namanya diambil dari nama sebuah kota Yunani kuno, Kalsedon (di Asia Kecil), yang pernah menjadi sumber mineral tersebut.

Sumber: lensaindonesia
Dibawah ini adalah bentuk batu Kalsedon.

Advertiser