Rabu, 04 September 2013

Waduk Bendo Ponorogo Segera Di Kerjakan dengan Anggaran 678 M

Berita Ponorogo - Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (Ditjen SDA) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo telah melakukan penandatanganan kontrak pekerjaan Pembangunan Waduk Bendo di Jakarta, Senin (2/9).
Pembangunan Waduk Bendo dengan anggaran sebesar Rp 678 miliar di Ponorogo, Jawa Timur, segera dimulai.

Penandatanganan kontrak dilakukan oleh SNVT PJSA Bengawan Solo, dengan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Hutama Karya, PT Nindya Karya KSO dan konsultan dari PT Raya Consult, PT DDC Consultan, PT Inakko International Konsulindo dan PT Tuah Agung Anugrah KSO.

Pembangunan Waduk Bendo dilakukan di Sungai Kali Keyang, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Waduk Bendo merupakan salah satu waduk serbaguna yang mempunyai tipe bendungan timbunan zonal inti tegak dengan debit banjir bencana sebesar 649,16 m³/dtk.

Waduk ini akan memiliki tinggi bendungan 71 meter (dari dasar sungai), panjang puncak 311,90 meter, lebar puncak 15 meter, elevasi dasar sungai 153 meter dengan kemiringan lereng hulu 1:2,5 dan hilir 1:2 serta volume timbunan sebesar 3.088 juta m³.

Pembangunan waduk sangat penting dalam pengendalian banjir. Manfaat lainnya adalah berfungsi untuk mengairi daerah irigasi seluas 3299 hektare dan jika terjadi kelebihan air di waduk akan disalurkan ke Bending Jati yang mempunyai luas daerah irigasi 4500 hektare melalui Sungai Keyang.

Waduk Bendo juga akan bermanfaat untuk pemenuhan kebutuhan air baku kota Ponorogo sebesar 320 liter/dtk yang diproyeksikan akan bisa memenuhi kebutuhan air baku sampai tahun 2025 dan untuk konservasi sungai sebesar 0,5 m³/dtk.

sumber: indonesiafinancetoday.com

Advertiser