Minggu, 29 September 2013

Usai Deklarasi Damai, Perguruan Silat di Ponorogo Bentrok

Berita Ponorogo - Setelah seluruh sesepuh perguruan pencak silat dan bela diri se- Kabupaten Ponorogo di kumpulkan, Polres Ponorogo melaksanakan deklarasi damai dan pengukuhan forum pencak silat dan bela diri yang ada diwilayah Ponorogo, Pada hari Sabtu (28/9) bertempat di stadion Bhatoro Katong, sekitar pukul 14.00 WIB.

Sebelum acara penanda tanganan deklarasi damai dan pengukuhan, terlebih dahulu diadakan upacara yang diikuti oleh Forpinda Kabupaten Ponorogo dan perwakilan dari semua perguruan 21 Kecamatan yang ada diwilayah Ponorogo. Ribuan warga pendekar pun memenuhi stadion Bhatoro Katong, Minggu sekitar pukul 14.00 WIB hingga sore

Dalam acara pengukuhan perdamaian tersebut menurut Wakapolres Ponorogo Kompol. Tri Saksono Puspoaji menjelaskan bahwa sekitar 3000 pendekar dari semua perguruan yang ada di Ponorogo berjanji satu tekad hanya untuk perdamaian.

“Sekitar 3000 pendekar seluruh Ponorogo dari semua perguruan berkumpul di satadion ini dan dijaga 1000 personil kemanan,” terangnya.

Kapolres Ponorogo AKB Iwan Kurniawan,S.I.K,Msi saat dikonfirmasi disela-sela acara mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya-upaya pencegahan yang dilakukan pihak Kepolisian. Dengan deklarasi damai dan pengukuhan ini diharapkan kejadian-kejadian, masalah-masalah yang terjadi antar perguruan dapat diminimalisir, bahkan menjadi nihil.

Ini merupakan wadah atau forum untuk mempererat komunikasi agar terjalin koordinasi, mengatasi permasalahan-permasalahan yang timbulkan oleh perguruan silat maupun bela diri,sehingga jika adasuatu maslah dapat diseleseikan,tidak dengan kekerasan atau anarkis yang dapat menimbulkan kerawanan maslah keamanan,ketertiban masyarakat.

Lebih Lanjut Mantan Kapolresta Mojokerto ini menambahkan, bahwa dengan penanda tanganan deklarasi damai dan pengkukuhkan forum komunikasi pencak silat dan bela diri yang dihadiri, diikuti dan disaksikan oleh anggota masing-masing perguruan membuat tidak adanya konflik di level bawah.

Sebab selama ini level bawah sangat rawan konflik. Dan diharapkan dari deklarasi dan pengukuhan ini untuk mengantisipasi masalah-masalah keamanan, ketertiban masyarakat, agar tercipta kondisi situasi yang aman, Nyaman.

Namun, Usai mengikuti pengukuhan kesepakatan damai di Stadion Batorokatong Ponorogo sekitar pukul 17.30 WIB jelang magrib Minggu petang itu malah terjadi tawuran di Desa Grenteng, Kecamatan Balong, Ponorogo.

Terkait insiden tersebut polisi pun segera mengamankan para pelaku tawuran yang di duga telah memicu tawuran tersebut. Sebanyak 30 pemuda dari organisai pencak silat Setia Hati Winongo diamankan di Mapolres berserta 24 sepda motor. Mereka diminta keterangan dalam proses penyelidikan.

Kejadian itu dipicu karena saat Minggu petang tersebut rombongan dari wilayah Kecamatan Slahung hendak pulang dengan mengendari sepeda motor dari satdion, setibanya di selatan Jembatan Grenteng mereka di lempari oleh anak-anak yang bergerombol di tepian jalan raya Ponorogo-Pacitan tersebut.

Para pemuda yang membuat onar itu pun akhirnya di lucuti pakainnya oleh petugas sebelum dimasukan ke jeruji besi untuk pengamanan.

Wakapolres Ponorogo Kompol Trisaksono Puspoaji ketika dikonfirmasi saat mendampingi Kapolres Ponorogo AKBP Iwan Kurniawan menjelaskan, kalau ke semua pelaku yang di duga telah memicu tawuran antar perguruan tersebut sudah diamankan di mapolres beserta barang bukti sepda motor, HP dan baju yang dikenakannya.

“Mereka kita amankan beserta 24 sepeda motor dan 30 HP dan mereka akan kita mintai keterangan untuk penyelidikan,” ujar Kompol Trisaksono.

Sumber: siaga.co

Advertiser