Terbaru

"SMS" Ungkap Pembunuhan di Gunung Kuncung Trenggalek

Beritatrenggalek.com - Berkat SMS, kasus pembunuhan yang terjadi di kawasan gunung Kuncung Desa Sukorame Kecamatan Gandusari. Berhasil diungkap oleh Kepolisian Resor Trenggalek, Jawa timur.

Kapolres Trenggalek, AKBP Denny Setya Nugraha Nasution, Sabtu mengatakan, korban atas nama Sukaji (50), warga Desa Ngulan Kulon Kecamatan Pogalan yang mayatnya ditemukan berada di dasar jurang tersebut ternyata dibunuh oleh selingkuhannya sendiri.

"Kami berhasil melakukan pengungkapan sekitar dua jam setelah olah TKP (tempat kejadian perkara), tersangka yang kami amakan adalah Sumariyati (46) dan Martono (38) keduanya warga Desa Sukoreme ," katanya.

Menurutnya, pengungkapan pembunuhan itu berhasil setelah polisi melakukan penelusuran pesan pendek (SMS) yang ada di "handphone" korban.

"Dalam SMS itu ada inisial AT, ternyata itu adalah Sumariyati, awalnya tidak mau mengakui, bahkan saat reka ulang tadi sempat beralibi, tapi setelah kami periksa mengaku juga," ujarnya.

Dijelaskan kapolres, kronologis kejadian tersebut berawal dari pertemuan antara tersangka Sumariyati dengan korban di lereng gunung Kuncung, saat itulah korban mencoba memegang tangan pelaku.

"Namun pelaku merasa risih dan akhirnya mengibaskan tangan Sukaji, tidak disangka ulahnya itu menyebabkan korban tersungkur dan jatuh ke dasar jurang sedalam 30 meter," ujarnya.

Saat itu, korban yang mengalami luka masih hidup, bahkan bisa berdiri di dasar jurang. Beberapa saat kemudian datang pelaku lain, Martono yang menghampiri Sumariyati.

"Kepada Martono, Sumariyati mengaku telah digoda oleh korban. Kemudian Tono turun ke jurang unyuk menghampiri korban," jelasnya.

Kapolres menambahkan, di dasar jurang itulah terjadi percecokkan dan akhirnya pelaku menyikut dada korban hingga tersungkur. Mengetahui Sukaji roboh, Tono langsung bergegas naik dari jurang dan menghampiri Sumariyati.

"Selanjutnya Tono pergi, sedangkan si perempuan turun ke dasar jurang dan menyerat tubuh korban hingga lima meter. Kemudian ia memindah sepeda motor pelaku sekitar 100 meter dan pulang," paparnya.

Lanjut Denny, pelaku perempuan berpura-pura ketela pohonnya ketinggalan di kebun dan mengajak suaminya, Sopingi untuk mengambilnya. Sesampai di TKP, pelaku meminta suaminya turun ke jurang untuk mencari tali untuk ketela.

"Padahal itu hanya setingan pelaku agar mengetahui ada mayat korban, dan memang benar Si Sopingi mengetahui, kemudian dilaporkan ke perangkat desa," katanya.

Akibat perbuatannya, polisi menjerat kedua pelaku dengan Pasal 351 ayat 1 KUHP, yakni penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang, dengan ancaman tujuh tahun penjara.

"Kami juga masih mendalami apakah antara kedua pelaku ini terlibat cinta segitiga," ujarnya.

Sumber: antarajatim.com

0 Response to ""SMS" Ungkap Pembunuhan di Gunung Kuncung Trenggalek"

Perhatian!
Silahkan beri komentar Anda dengan sopan tanpa menyinggung agama atau ras tertentu.

Jika ingin menyertakan tautan menuju situs web tertentu, harap komentar yang berhubungan dengan topik, agar komentar Anda bisa kami publikasikan. Terima kasih.