Minggu, 01 September 2013

Truk Muatan Besi Terjun ke Sungai Danyang Ponorogo

Berita Ponorogo - Sebuah truk bernopol L 9995 UH yang dikemudikan Sujiyat (43) warga Kabupaten Tulungagung terjun ke sungai sedalam 8 meter di bawah jembatan Danyang, Desa Sukosari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (31/8/2013) pukul 04.00 WIB. 

Sontak, kasus kecelakaan tunggal yang hingga siang hari itu, menyebabkan ratusan pengguna jalan menyaksikan kasus kecelakaan itu hingga menyebabkan jembatan di perbatasan Ponorogo-Magetan itu macet total.

Diduga, kecelakaan tunggal ini disebabkan karena sopir mengemudikan laju truknya dengan kencang dalam kondisi mengantuk berat. Akibatnya, saat di lokasi jembatan yang agak menikung itu, tak bisa mengendalikan kemudi hingga truknya masuk sungai dan muatannya berserakan di bawah jembatan penghubung antar Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Magetan itu.

Kecelakaan tunggal ini bermula saat truk bermuatan besi seberat 7 ton tersebut melaju dari arah Ponorogo (timur) dengan  mengangkut besi dari Tulungagung hendak dikirim ke Magetan. 

Sesampainya di timur jembatan Danyang, yang kondisi jalannya agak menikung tersebut, tiba-tiba truk oleng dan langsung keluar dari badan jalan hingga terjun ke jurang sungai sedalam 8 meter yang berada di utara jalan raya Ponorogo-Magetan itu.

Salah seorang saksi mata kejadian, Misdi (50) warga Desa Sukosari yang melihat kejadian itu mengaku saat kecelakaan situasi jalan sepi masih sangat sepi. Dirinya menduga kecelakaan tunggal itu disebabkan sopir dalam kondisi mengantuk berat. 

Oleh karenanya, ketika melihat sopir kesakitan dirinya langsung menolongnya untuk dikirim ke RSU Aisyiyah Ponorogo karena mengalami patah tulang kaki.

"Saat kejadian kondisi jalan sepi. Kemungkinan sopir mengantuk. Karena kaki sopir patah langsung saya hentikan truk lain dari arah barat untuk mengantar korban rumah sakit agar segera mendapat pertolongan," terangnya kepada Surya, Sabtu (31/8/2013).


"Memang tidak ada korban yang terluka parah, tetapi sempat menyedot perhatian warga dan pengguna jalan karena lamanya proses evakuasi," pungkasnya.

Sumber: tribunnews.com

Advertiser