Minggu, 29 September 2013

Truk disopiri Kades Janti Slahung Nyungsep, 13 Orang Luka Luka

Berita Ponorogo - Diduga pengemudi truk yang mengantuk memaksakan diri melanjutkan kemudinya. Sebuah truk bernopol AE 9498 SA yang dikemudikan, Sugiyono (42) warga Desa Janti, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo terperosok ke dalam sungai yang ada di pinggir JL Raya Ponorogo - Pacitan, Desa Madusari, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Minggu (29/9/2013) pagi.

Akibat, dalam kecelakaan tunggal yang berjarak sekitar 100 meter arah selatan dari Pondok Gontor II Ponorogo itu, menyebabkan 13 penumpang yang sebagian besar adalah pedagang daun dan pisang mengalami luka berat dan ringan. Para korban langsung dilarikan ke RSUD dr Harjono, Kabupaten Ponorogo.

Sedangkan bangkai truk yang hancur baru dievakuasi beberapa jam paska kecelakaan tunggal itu. Pasalnya, bangkai truk terjepit kedua bela plengsengan sungai kecil itu.

Awalnya, sekitar pukul 03.00 WIB, truk yang dikemudikan Kepala Desa (Kades) Janti, Kecamatan Slahung ini mengangkut 13 penumpang dari tetangga desanya menuju Pasar Songgolangit, Kabupaten Ponorogo. yang berjarak sekitar 20 kilometer. Para penumpang ini merupakan para pedagang daun pisang dan pedagang buah pisang yang sudah menjadi langganan truk milik Kades itu.

Namun sesampainya di lokasi kejadian, tiba-tiba truk oleng dan menabrak pembatas pengaman jembatan hingga hancur dan truk msuk ke dalam sungai di tepi jalan raya menuju kampung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Salah seorang penumpang, Ny Katinem (49) warga Desa Duri, Kecamatan Slahung yang kebetulan duduk di samping sopir bersama beberapa rekannya ini mengatakan sebelum kecelaknaan, beberapa orang yang berada di kabin depan bersama sopir tersebut saling menimpa dan saling goyang menggoyang. Pasalnya, truk berjalan oleng dan melaju zig zag. Saat itu, dirinya sudah terasa jika truknya bakal kecelakaan jika sopirnya tidak segera dibangunkan dari rasa kantuknya itu.

"Ketika hendak kecelakaan itu sudah terasa karena truk oleng. Ketika saya teriak-triak, sopir tak mendengar. Bahkan truk sudah tidak bisa dikuasai pengemudi hingga menabrak pembatas jembatan dan lansgung terguling ke sungai," kata penumpang yang duduk persis disamping sopir ini sambil berbaring di ranjang perawatan di IGD RSUD dr Harjono, Ponorogo kepada Surya, Minggu (29/9).

Hal senada disampaikan penumpang lainnya, Pardi (55) warga Desa Duri, Kecamatan Slahung yang saat kejadian berada di bak belakng truk di atas tumpukan dagangan yang berupa daun dan buah pisang itu. Korban merasakan jika truk oleng dan tiba-tioba ada suara brak hingga truk masuk sungai itu.

"Truk oleng dan langsung miring setelah menabrak pembatas jalan itu. Seketika saya melompat dari atas truk yang masuk sungai itu. Makanya dagu, kening serta kaki saya terluka," pungkasnya.

Sementara itu, tim penyidik Laka Lantas Polres Ponorogo menetapkan sopir truk pengangkut pedagang daun pisang dan buah pisang menuju pasar Songgolangit, Kabupaten Ponorogo sebagai tersangka. Pasalnya, berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi kecelakaan itu disebabkan kondisi sopir yang mengantuk berat.

"Yang jelas dalam kecelakaan disebabkan kondisi sopir yang mengantuk, maka dalam kecelakaan ini tersangkanya adalah sopir truk itu sendiri," terang Kanit Laka Satuan Lantas Polres Ponorogo, Ipda Meseri kepada Surya, Minggu (29/9/2013).

Diketahui, sopir truk maut itu adalah Kepala Desa Janti, Kecamatan Slahung Sugiyono (42) yang mengemudikan truknya sendiri saat sopirnya sedang libur kerja.

Selain itu, Meseri menjelaskan dalam kecelakaan tersebut dari hasil olah TKP kondisi jalanan sepi dan di jalur lurus serta pandangan bebas. Hanya saja, kondisi jalan gelap karena kurangnya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).

"Yang pasti kecelakaan dipicu kondisi sopir yang mengantuk itu. Seharusnya sopir yang mengantuk tidak boleh menjalankan mesin dan nekat mengemudi," imbuhnya.

Sementara mengenai kondisi para penumpang, kata Meseri semua penumpang dalam kecelakaan itu sudah dirujuk ke ruang Instalasai Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Harjono, Kabupaten Ponorogo.

"Meski tidak ada korban jiwa, akan tetapi banyak korban yang luka serius, makanya mereka kami larikan ke RSUD dr Harjono untuk mendapatkan perawatan tim medis terdekat," pungkasnya.

Sumber: tribunnews.com

Advertiser