Minggu, 08 September 2013

Suami Pembantai Istri di Kediri Mengaku Kena Guna-guna

Berita Kediri - Toha (40), pria yang membantai istrinya dengan pisau, mengaku terkena guna-guna sehingga tega menghabisi secara sadis.
Akibat pengaruh guna-guna itu pelaku bertindak di luar kesadarannya.

"Pelaku mengaku dirinya kena guna-guna. Namun akan kami selidiki lagi," ungkap AKBP Ratno Kuncoro, Kapolres Kediri Kota usai menjenguk tersangka M Toha di RS Bhayangkara, Sabtu (7/9/2013).
Dijelaskan Kapolres, dari penelusuran rekam medik M Toha merupakan pasien schizophrenia di RS Bhayangkara, dan beberapa kali dirawat di RSJ Lawang.

Sehingga, M Toha memang harus mengonsumsi obat penenang supaya penyakitnya tidak kambuh lagi.

Namun belum diketahui apakah pelaku saat membantai istrinya terlambat mengonsumsi obat penenang.

"Kalau catatan di rumah sakit pelaku rutin berobat. Mungkin ada pemicu lain yang membuat pelaku marah sehingga menganiaya istrinya," jelasnya.
Saat dikunjungi Kapolres, pelaku sudah tampak lebih tenang serta mampu menjawab sejumlah pertanyaan.

Namun karena petugas tidak ingin mengambil resiko, tangan pelaku masih tetap diborgol serta ditempatkan di ruangan khusus yang dilengkapi teralis.

Sebelumnya, M Toha warga Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur tega membantai istrinya sendiri Ana Pratiwi (35).

Usai menghabisi istrinya pelaku juga membacok Supardi (67) pamannya yang berusaha menolong istrinya. Kini Supardi masih dirawat di Ruang ICU RS Baptis.

Sumber: Tribunnews.com

Advertiser