Sabtu, 28 September 2013

Status Tersangka Mantan Walikota Kediri di Cabut

Berita Kediri - Penyidikan kasus dugaan korupsi program asuransi pegawai Pemkot Kediri, diam-diam ternyata telah di hentikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

"Kami hentikan," kata Kepala Kejati Jatim Arminsyah, Jumat (27/9).

Dia menjelaskan, surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus ini diterbitkan beberapa waktu lalu. Penghentian diputuskan setelah penyidik melakukan ekspose beberapa hari lalu. Dalam ekspose diketahui, jelas Arminsyah, program asuransi di Pemkot Kediri terjadi dua tahap, yakni tahun 2001 dan 2007.

Saat program asuransi tahap pertama berjalan, Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) kemudian menegur Pemkot bahwa program tersebut menyalahi ketentuan.

"Maschut kemudian menghentikan program itu. Tiga kali dia berusaha menarik uang Kas Daerah yang kadung masuk di perusahaan asuransi yang digandeng, tapi tidak berhasil," ujarnya. Program asuransi dibuka lagi pada 2007.

Hasil kajian, lanjut Arminsyah, tidak ditemukan bukti kuat perbuatan menyimpang dilakukan HM Maschut, yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Kediri. Bahkan, setelah ditegur BPK saat program asuransi tahap pertama berjalan, Maschut menghentikan program tersebut dan berupaya menarik uang yang kadung masuk di perusahaan asuransi yang digandeng Pemkot, PT Bumi Putera.

"Makanya kami cabut status tersangka Maschut," kata Arminsyah.

Kala pertama kali kasus itu diungkap, selain Maschut, Kejati Jatim juga menetapkan dua orang tersangka. Mereka adalah Hatta Mami, Kepala Cabang perusahaan asuransi PT. Bumi Putera Kediri, dan Braja, agen perusahaan tersebut.

Namun, status tersangka Hatta Mami dan Braja, masih disematkan penyidik kepada keduanya. "Penyidikan untuk program tahap yang kedua gak dihentikan," ujarnya.

Saat ditanya soal adanya dugaan aliran uang fee dari program asuransi sebesar Rp 1 miliar ke kantong pribadi Maschut, Hatta Mami dan Braja, Arminsyah mengatakan itu tidak ada.

Penjelasan ini bertentangan dengan keterangan Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Pidana Khusus Rohmadi saat penyidikan kasus ini pertama kali diungkap, Juli lalu.

Waktu itu Rohmadi mengatakan, selain program asuransi menyalahi ketentuan, indikator korupsi diduga kuat terjadi karena adanya duit fee Rp 1 miliar yang masuk ke kantong pribadi Maschut, Hatta Mami dan Braja.

Atas dasar itu pula penyidik kemudian menetapkan ketiganya sebagai tersangka. "Uang fee itu seharusnya masuk ke Kas Daerah," kata Rohmadi saat itu.

Penghentian penyidikan kasus korupsi asuransi pegawai pemkot Kediri ini rentetan dari sekian kasus korupsi lainnya yang di-SP3 Kejati. Pada 2012, Kejati menghentikan penyidikan enam kasus korupsi.

Tahun ini, dengan SP3 korupsi asuransi pegawai Pemkot Kediri, terhitung sudah empat kasus korupsi yang penyidikannya dihentikan Kejati Jatim. "SP3 bagian dari proses hukum," kata Arminsyah.

Sumber: jaringnews.com

Advertiser