Rabu, 25 September 2013

Sapi Bantuan Untuk Warga Bendungan Dijual Diknas Trenggalek

Beritatrenggalek.com - Untuk mencukupi kebutuhan susu segar tujuh sampai delapan ton pertahun, Indonesia mengandalkan impor susu segar dikarenakan produksi dalam negeri tidak bisa untuk mencukupi kebutuhan. Untuk mengatasinya Kementerian Pertanian menggalakan progam sapi perah impor dan diberikan kepada peternak dalam bentuk bantuan sosial untuk memperbaiki genetika. Prioritas bantuan akan diberikan kepada daerah-daerah sentra.

Di Kabupaten Trenggalek sendiri ada Mou program Bibit sapi perah bantuan dengan batu raden Jawa Tengah yang berkwalitas impor. Bantuan sebanyak 10 ekor tersebut diberikan ke warga dan terletak di desa Botoputih Kecamatan Bendungan, Trenggalek. Bantuan bibit sapi 2008 kemarin, kini telah dijual oleh oknum Diknas bersama dengan pihak batu raden hal ini diakui oleh Kabid Bina Produksi dinas peternakan Trenggalek Herry Yulianto kemarin di sela-sela serah terima kenal pisah kepala dinas yang lama dengan yang baru.

Masih menurutnya, Kebutuhan sapi perah di Trenggalek ini sebetulnya sangat diperlukan. Akan tetapi dengan adanya Mou dari pihak batu raden dengan pemerintah Trenggalek. “Pada tahun 2008 tidak diimbangi dan disampaikannya sosialisasi tentang Mou dan tata cara pengembalian soal sapi perah tersebut. Sehingga menimbulkan persoalan baru bagi kami dan peternak yang memeliharanaya,” ungkap Herry.

Sedangkan 10 ekor sapi perah itu telah dijual dan uangnya sebesar Rp 38 juta diberikan ke Pak Rudi. “Itu memang benar mas, per satu ekor sapi kita menyerahkan ke Pak Rudi sebesar Rp 4 juta, itupun ada kwitansinya dan kami sendiri yang menyerahkannya. Saat perjanjian kemarin , peternak harus menyerahakan induk beserta anaknya satu walaupun itu telah berkembang menjadi banyak,” tandasnya.

Sementara itu dari warga peternak yang berada di desa Botoputih, ia sangat dirugikan oleh oknum Diknas tersebut. “Soalnya, diwaktu pemberian bantuan beberapa tahun yang lalu tidak ada Mou seperti apa yang dikatakan dinas peternakan sekarang ini mas. Pada intinya mas, ini semua hanya akal-akalan pihak dinas yang membodohi kami , agar mau membayar uang tersebut. Ini jelas merugikan kami, dan kami akan kordinasi dengan teman-teman yang lain untuk langkah selanjutnya, bahkan kalau nanti teman – teman sepakat kami akan laporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib,”pungkas warga yangnamanya tak mau disebut.

Sumber: surabayapagi.com

Advertiser