Rabu, 18 September 2013

Ratusan Petani Gunung Kelud Kepung DPRD

Berita Kediri - Untuk meminta kejelasan atas hak guna usaha perkebunan, Ratusan petani Serikat Petani Bersatu dari lereng Gunung Kelud kembali geruduk DPRD Kabupaten Kediri, Rabu (18/9/2013).

Sebelumnya, ratusan petani ini juga telah berdemo di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Massa juga meminta penjelasan perihal tindak lanjut laporan warga, atas adanya pungutan waktu memanen di lahan Hak guna usaha perkebunan. Massa datang ke kantor dewan dengan mengendarai 10 unit truk terbuka.

Selain berorasi, massa juga melempari Gedung DPRD Kediri dengan telur busuk.Selain itu mereka turun dari mobil dengan mengusung keranda mayat.

Dalam aksi ini, para demostran menggelar pertunjukan budaya jaranan yang disertai pembakaran dupa. Demo diakhiri dengan pembakaran keranda. Tiga pemain jaranan tiba-tiba kesurupan. Sehingga suasana makin tegang.

Akhirnya, sepuluh orang perwakilan komisi A DPRD Kabupaten Kediri. Usai bertemu KOMISI A, Trianto, koordinator aksi menegaskan, dirinya akan diundang kembali oleh DPRD Kabupaten Kediri untuk melakukan Hearing.

“Perwakilan demo dalam waktu dekat (Kamis) akan diajak dialog kembali,”ungkapnya.

Para aktivis Serikat Petani Bersatu ini, mendesak pemerintah melaksanakan amanah UUD 1945, mewujudkan transparasi, memberikan kesejahteraan bagi kaum tani, melawan segala bentuk intimidasi trhadap petani.

Selain itu juga menolak monopoli atas tanah oleh kaum pemilik modal. Menegakan supremasi hukum, mewujudkan tata kelola pemerintah yang bersih. Mereka menuntut pula, agar pihak berwenang menyita harta hasil korupsi untuk pendidikan dan kesejahteraan.

Sumber: lensaindonesia.com

Advertiser