Jumat, 20 September 2013

Proyek Terminal Pacitan Pasti Molor

Berita Pacitan - Sesuai deadline yang telah disepakati antara Kementerian Perhubungan RI (kemenhub) dengan pihak rekanan PT Metro Kreasi Indoteknik Jakarta bahwa hari ini (19/8) merupakan deadline terakhir Proyek terminal tipe C. Dan proyek tersebut harus selesai 100 persen. Namun, kenyataan di lapangan rekanan masih sibuk mengerjakan proses finishing di beberapa bagian bangunan.

Pelaksana proyek dari PT Metro Kreasi Indoteknik, Subandi mengatakan, pihaknya akan meminta perpanjangan waktu atas keterlambatan proses pengerjaan. Meskipun, kedepannya akan dikenakan denda sekitar seperseribu dari nilai kontrak. ‘’Saya sudah laporkan ke pimpinan yang ada di Jakarta untuk masalah keterlambatan ini. Rencananya, kami mau mengajukan perpanjangan waktu. Kira-kira sebulan,’’ ujar Subandi, kepada Jawa Pos Radar Pacitan, kemarin (18/9).

Subandi mengungkapkan, keterlambatan pengerjaan ini disebabkan beberapa hal. Salah satunya, pihak rekanan harus menunggu hingga tiga minggu lamanya saat pemindahan pedagang. Selain itu, pengerjaan juga terbentur dengan Idul Fitri Agustus lalu. ‘’Saat Lebaran lalu kami libur hampir sepekan lamanya. Sehingga, pekerjaan terbengkalai. Meski, di kontrak tidak ada keterangan tertulis yang menyebutkan hal itu,’’ katanya.

Semetara, Wakil Ketua Komisi D DPRD Pacitan, Heru Setyanto mengaku pesimistis rekanan bakal mampu menyelesaikan pekerjaan proyek 2013 terutama yang berskala besar sesuai kontrak. Apalagi melihat waktu yang tersisa cukup mepet. ‘’Kalau untuk paket fisik skala kecil mungkin masih terkejarlah. Tapi, ini paket besar dengan skala nasional yang juga didanai APBN. Jadi, tidak mungkin rekanan bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Apalagi dengan waktu terisa satu hari,’’ ungkapnya.

Selain itu, Heru menyayangkan hasil pengerjaan kantor terminal oleh pihak rekanan yang tak sesuai harapan. Dia menilai kualitas keramik serta tembok bangunan tak sesuai dengan besteknya. Itu sebabnya, pihaknya meminta rekanan agar melakukan penyempurnaan. Pasalnya, di sejumlah titik tersebut kondisinya sudah retak hingga pecah. Keramik pintu masuk terminal, misalnya, kemiringan lantai terlihat jelas. Selain itu, keretakan juga terjadi di dua tiang penyangganya. ‘’Kami berharap, ada revisi pekerjaan,’’ katanya.

Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasarana Dishubkominfo Pacitan, M. Said menegaskan tidak ada toleransi jika pada dasarnya pelaksanaannya melewati batas. Namun, apabila pihak ketiga memiliki alasan yang mendasar kemungkinan besar akan diberikan toleransi selama 50 hari kalender. ‘’Prosesnya saat ini sudah 95 persen. Sedangkan soal dendanya pasti sesuai nilai kontrak yang sudah disepakati oleh Kemenhub dengan rekanan. Soal besaran dendanya saya tidak tahu. Itu bukan wewenang kami,’’ terangnya.

Seperti diketahui, terminal Pacitan dibangun di atas lahan seluas 17,046 meter persegi. Tepatnya di pusat kota meliputi areal terminal lama yang disatukan dengan lahan baru milik Pemkab Pacitan serta hasil pembebasan tanah milik warga. Total pembiayaan yang dianggarkan pemerintah untuk pengerjaan ini mencapai Rp 30 miliar. Anggaram tersebut dibagi dalam tiga tahap pembiayaan. Untuk program tahap I tahun 2010 kemenhub mengucurkan dana sebesar Rp 7,2 miliar. Kemudian untuk pembangunan tahap kedua dan ketiga yang meliputi pengerjaan gedung utama terminal, area kedatangan dan keberangkatan serta area parkir dibiayai pada dua tahun anggaran 2011 dan 2012, sebanyak Rp 23 miliar.

Sumber: radarmadiun.info

Advertiser