Rabu, 18 September 2013

Proyek Penampungan Air 3,3 M Karanggandu Diduga Salahi Bestek

Beritatrenggalek.com - Proyek pembangunan Brown cupturing ( dam penampungan air) dan jaringan pipa air baku di Dukuh Dayu Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo diduga tidak sesuai bestek. Dugaan itu nampak pada kedalaman galian pipa serta tidak adanya pasir sebagai dasar.

Dari pantauan, rata-rata kedalam galian untuk menanam pipa tidak lebih dari lima puluh centimeter. Padahal sesuai spesifikasi kedalaman galian sekitar sembilan puluh hingga satu meter.

Kondisi tersebut tentu saja tidak aman untuk pipa yang ditanam. Sebab jika terkena beban berat dipastikan pipa akan pecah. Imbasnya tentu saja muncul kebocoran. Selain itu, dugaan tidak sesuai spesifikasi proyek Pasalnya proyek senilai Rp 3,3 miliar dari Kementerian PU Dirjen Sumberdaya Air Balai Besar Sungai Brantas nampak pada tidak adanya pasir yang biasanya diberikan di bawah pipa.

Hal ini digunakan untuk mencegah pipa pecah jika terkena beban berat. Kondisi itu dibenarkan sejumlah warga yang lingkungannya terkena proyek air bersih dari PDAM Trenggalek tersebut.”Rata-rata galiannya segitu. Ndak lebih dari lima puluh centimeter,” kata salah satu warga yang enggan namanya dikorankan.

Sementara itu Laksono pelaksana PT Kharisma Bina Konstruksi asal Kota Mojokerto saat dikonfirmasi menolak jika kedalaman galian pipa yang dikerjakannya tidak lebih dari 50 cm.

Menurutnya rata-rata galian mencapai 90 cm.”Ndak benar kalau segitu. Rata-rata 90 cm,” kilahnya. Pun terkait tidak adanya pasir untuk dasar pipa. Laksono dihubungi melalui telepon mengaku jika sesuai spesifikasi item pasir tidak ada dalam pemasangan pipa.”Silahkan dilihat RAB nya kalau ndak percaya,” kilahnya lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dusun Dayu Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo memprotes proyek tersebut. Warga khawatir jika air dari Kedung Meneng diambil untuk proyek air bersih akan mengurangi pasokan air baku untuk sawah dan tanaman lainnya dilahan seluas 59 hektare.

Terlebih disaat musim kemarau.Warga menuntut kepada PDAM Trenggalek khususnya untuk menghentikan proyek air baku yang dikerjakan oleh PT Kharisma Bina Konstruksi asal Kota Mojokerto tersebut. Tentunya sebelum ada kesepakatan yang disetujui serta ditandangani pihak terkait.

Warga meminta agar bekas galian proyek pipa sepanjang sekitar dua kilometer tersebut ditata kembali seperti semula. Yakni dirabat serta paving. Sebab, imbas dari galian pipa sangat merugikan warga. Salah satunya menimbulkan debu khususnya disaat musim kemarau seperti saat ini. Sebaliknya becek saat musim hujan.

Sumber: Kediriupdate.com

Advertiser