Minggu, 01 September 2013

Proyek 1,5 M Perbaikan Terminal Ponorogo Tanpa Papan Nama?

Berita Ponorogo - Proyek perbaikan terminal Seloaji, Kabupaten Ponorogo terutama perbaikan landasan pacu kedatangan bus, penurunan penumpang serta perbaikan atap itu tanpa dilengkap papan nama pelaksana, nilai pekerjaan, dan kontrak pekerjaan.

Padahal, proyek itu sudah mulai dikerjakan. Diduga, proyek perbaikan terminal bertipe A ini sengaja disembunyikan agar tidak diketahui khalayak umum.

Seharusnya, pekerjaan yang anggarannya berasal dari APBN, APBD I, maupun APBD II harus disampaikan transparan dan lokasi proyek diberi papan nama agar diketahui masyarakat umum.

Sejak dibangun sepekan lalu, para pengunjung dan penghuni terminal Ponorogo tidak pernah protes. Pasalnya, landasan penurunan penumpang dan kedatangan bus yang dibangun menggunakan paving itu, kondisinya rusak berat.

Selain sudah banyak paving yang hilang karena mengelupas, kini banyak ditimbun material tanah dan urukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Ponorogo.

Akibatnya, saat musim hujan akan menjadi lautan air dan saat musim kemarau memicu debu berterbangan kemana-mana. Belum lagi kubangan karena tanah ambles yang belum ditimbun menyebabkan pengemudi angkutan dan bus mengeluhkan kerusakan onderdil karena kerusakan terminal sengaja dibiarkan Dishub Pemkab Ponorogo.

Selain itu, atap penurunan penumpang juga sudah jebol semua dan banyak kayu penyangga atap yang sudah lapuk dimakan rayap layaknya bangunan puluhan ruko di dalam terminal yang sengaja dibiarkan ambruk.

Namun, karena pekerjaan sudah dikerjakan berhari-hari, tanpa dilengkapi papan nama, maka sejumlah pengunjung dan penghuni terminal mulai mengeluhkan pekerjaan yang diduga bernilai miliaran rupiah itu.

"Kami sebagai petugas juga tak tahu seng-seneng ini dipakai apa. Kami juga tak tahu nilainya berapa pekerjaan ini serta kapan akhir pekerjaannya. Karena papan nama tidak ada dan proyek dikepung seng," terang salah satu pegawai Dishub Ponorogo yang bertugas di Terminal Seloaji Ponorogo kepada Surya, Minggu (1/9/2013).

Namun berdasarkan penelusuran di dalam LPSE menyebutkan jika Terminal Seloaji dengan tipe A tersebut mendapatkan bantuan fisik dari Dinas Perhubungan (Dishub) Propinsi Jatim. Di dalam LPSE Propinsi Jatim tercatat dengan jenis pekerjaan Pembangunan dan Pengembangan Terminal Penumpang Type A Ponorogo senilai Rp 1,5 miliar.

Sedangkan dalam tender lelang proyek pembangunan pekerjaan sudah dimulai tersebut dimenangkan CV Haren Fourge JL Bayu Urip Kidul II Molin 3/78 Surabaya. Pembangunan tersebut sampai saat ini sudah di mulai karena bagian atap sudah dilepasi gentengnya. Begitu juga landasan kedatangan bus dan penurunan penumpang sudah mulai dikerjakan.

Di samping itu, lokasi yang berada di sebelah selatan bangunan terminal itu sudah dipasang pagar keliling dari seng tanda pekerjaan sudah dimulai.

Sementara Kepala UPT Terminal seloaji, Kabupaten Ponorogo, Christanto ketika dikonfirmasi mengaku tidak tahu menahu mengenai siapa pelaksana, jenis pekerjaannya, nilai pekerjannya maupun lama kontrak pekerjaan. Alasannya yang membangun adalah Dishub Propinsi Jawa Timur.

Selain itu, Christanto menegaskan dirinya tidak ada sangkut pautnya dan tidak terkait sama sekali dengan pembagunan landasan itu. Oleh karenanya, dirinya sama sekali tidak tahu menahu.

Sumber: tribunnews.com

Advertiser