Sabtu, 28 September 2013

Polisi Tulungagung Buru Pelaku Penambangan Pasir ilegal

Berita Tulungagung - Para pelaku di balik penambangan pasir ilegal atau liar di sepanjang Sungai Brantas, mulai dari Kecamatan Rejotangan hingga Karangrejo. Terus diburu oleh Jajaran Kepolisian Resor Tulungagung, Jawa Timur.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Lahuri, Jumat, mengatakan pihaknya saat ini sedang melacak kepemilikan sejumlah alat penyedot pasir yang ditemukan di sejumlah titik penambangan ilegal di Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo.

"Sejumlah saksi telah kami periksa untuk mengetahui siapa-siapa pemilik alat-alat itu. Mereka cepat atau lambat akan segera kami tangkap," tandasnya.

Sebelumnya polisi telah menangkap enam orang yang terlibat penambangan pasir liar di Desa Jeli.

Namun, karena kapasitas mereka rata-rata hanya sebagai buruh, polisi sementara hanya menjadikan keenam orang itu sebagai saksi.

Enam orang dimaksud masing-masing adalah Tumiran (42), Suparlan (53), Giman (32), Masrur (42), Sani (43), serta Supar (62).

Empat orang yang disebut pertama merupakan kuli angkut pasir, sementara dua terakhir secara berturut berperan sebagai sopir dan pemilik truk.

"Sebagian (pemilik alat penyedot pasir) telah berhasil diidentifikasi berdasar keterangan saksi dan warga sekitar lokasi penambangan," jelasnya.

Dijelaskan, penambangan pasir ilegal di sepanjang Sungai Brantas telah berlangsung selama tiga bulanan terakhir.

Maraknya aktivitas penambangan pasir liar sempat mencuatkan rumor keterlibatan oknum petugas yang disebut-sebut sebagai pelindung para pelaku sehingga bebas menyedot pasir.

"Penertiban juga akan kami lakukan secara bertahap di sejumlah daerah lain, terutama wilayah aliran Sungai Brantas di Kecamatan Ngunut dan Rejotangan," tegas Lahuri.

Jika terbukti maka pelaku penambangan pasir dijerat dengan pasal nomor 4 tahun 2009 tentang mineral dan batuan dengan ancaman hukuman sepuluh (10) tahun penjara.

Sumber: antarajatim.com

Advertiser