Rabu, 11 September 2013

Polisi Asal Tulungagung Tewas di Tembak

Polisi asal Tulungagung tewas di orang tak dikenal, Bripka Sukardi meninggal setelah tertembak di bagian perut oleh orang tak dikenal, Selasa (10/9) malam. Sukardi menghadap Yang Maha Kuasa dengan meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

"Almarhum memiliki 3 orang anak, 2 perempuan dan 1 laki-laki," kata sepupu Sukardi yang bernama Suyatno, di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (11/9/2013) pukul 00.40 WIB.

Suyatno mengatakan, Bripka Sukardi berasal dari Tulungagung, Jawa Timur. Namun kemudian dia berpindah ke Jakarta untuk bekerja sebagai Provost di Mabes Polri.

Kini, jenazah Sukardi telah tiba di RS Kramat Jati. Keluarga nampak memeluk jenazah dan menangis histeris.

Sementara itu, saat tim forensik memeriksa jenazah Bripka Sukardi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Setelah diperiksa, diketahui Sukardi terkena empat kali tembakan.

"Tangan itu lepas jadi tidak ketemu. (proyektil). Jadi ada empat," ujar
Kabid Analisis Kimia, Biologi Foresik Pusdokkes Polri Kombes Pol Slamet Hartoyo di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (11/9/2013).

Tangan yang dimaksud adalah bagian kiri Sukardi yang terlihat lubang.  Selebihnya ditemukan 3 proyektil peluru di tubuh korban.

"Dada perut sama bahu. Jadi yang kami bawa itu 3 proyektil," terangnya.

Tembakan ke arah dada dan bahu menembus bagian punggung. Sedangkan tembakan ke arah perut menembus bagian pantat korban.

Slamet menjelaskan bagian yang paling fatal adalah tembakan pada bagian dada. Dirinya juga belum bisa memastikan proyektil yang ditemukan sama dengan proyektil pada kasus penembakan di Pondok Aren, Tangerang Selatan.

"Jadi kemungkinan dia tidak sempat melawan dan senjatanya dibawa (pelaku)," terangnya.

Sumber: detik.com

Advertiser