Senin, 02 September 2013

Pengusaha Tahu Pacitan Gulung Tikar, Di karenakan Harga Kedelai Tak mau Turun

Berita Pacitan - Para pengusaha tahu di Pacitan takut bersaing dengan produk komoditas laut yang harganya jauh lebih murah, Jika mereka nekad menaikkan harga tahu.Naiknya harga kedelai mengakibatkan pengusaha tahu di Pacitan gulung tikar. Mereka tak mampu lagi bertahan dengan harga lama. Akibatnya, banyak pengusaha yang terpaksa berhenti berproduksi.

“Daripada rugi lebih banyak,” kata salah seorang pengusaha tahu di daerah Kebonagung, Agus, Senin, (02/09/2013).

Agus menambahkan, langkah ini merupakan langkah terakhir. Bahan baku tahu di pasaran telah mencapai Rp 9.500/kilogram. Selain harga yang melambung, sulitnya mendapatkan kedelai menjadi kesulitan lain bagi para pengusaha tahu dan tempe. “Saya
sudah mencoba mengurangi ukuran produk, tapi kalau dihitung-hitung tetap nggak balik modal,” tandasnya.

Sebelumnya, saat berkunjung ke Kabupaten Pacitan, Selasa (27/08/2013) lalu, Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Euis Saedah mengakui jika melonjaknya harga kedelai membuat usaha pembuatan tahu dan tempe terdampak. Selain karena pelemahan nilai tukar rupiah, tingginya harga juga dipicu karena besarnya permintaan pasar.

Menurutnya, produksi kedelai nasional belum mampu mencukupi kebutuhan industri dalam negeri. “Kebutuhan kedelai kita 2,5 juta ton per tahun. Sedangkan di dalam negeri baru tersedia 700 ribu ton. Sehingga 1,8 juta-nya kita impor,” katanya. Karena diimpor, dengan sendirinya harga akan naik. Sebab, menggunakan patokan kurs dolar Amerika Serikat.

Sumber: lensaindonesia.com

Advertiser