Selasa, 03 September 2013

Pengrajin Tempe di Trenggalek Terancam Gulung Tikar

Beritatrenggalek.com - Menguatnya dolar AS terhadap nilai tukar rupiah otomatis berpengaruh pada aktivitaspara pengusaha, terutama yang masih menggunakan bahan dasar impor. Salah satunya dialami pelaku usaha atau pengrajin tahu dan tempe di Kabupaten Trenggalek yang harus rela membeli bahan baku berupa kacang kedelai dengan harga tinggi. Dengan adanya lonjakan harga, para perajin tempe berharap ada uluran tangan pemerintah agar selalu mampu berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan dan mampu memenuhi kebutuhan hidup kami serta menstabilkan harga kedelai .

Hal tersebut diungkapkan, bu supatmi ( 52th ), pengrajin kripik tempe dusun kranding keluarahan tamanan Trenggalek yang usahanya sejak 15th yang silam dan selalu menggeluti kripik tempe sebagai penopang kebutuhan hidup sehari-hari. Sekaligus sebagai penyuplai kripik tempe diwilayah Trenggalek pada umumnya. Beginilah kalau kedelai terus diimpor. Jika harga dolar naik, harga bahan baku tempe mau tidak mau juga ikut naik. "Harga kedelai naik sejak menjelang lebaran. Biasanya sih setelah lebaran pasti turun. Tapi gara-gara dolar, kedelai harganya bisa setinggi ini, mencapai Rp 9300 per kg untuk kedelai impor dan Rp. 9000, untuk kedelai local per kg ," ujarnya.

“Ukuran tempe disini kami buat sama seperti kemarin diwaktu kedelai belum naik. Akan tetapi harga jualnya baru kita naikan dari Rp. 250 per biji sampai dengan harga Rp. 300 per bijinya. Disamping itu, sebelumnya setiap hari ia memproduksi tiga ton kedelai, sekarang menjadi berkurang. "Biasanya saya masak 16 kg per hari, sekarang cuma sampai 14 kg. Dengan adanya lonjakan kedelai ini agar kami tak merugi terus, tempe kami produksi sesuai dengan pesanan, agar kwalitasnya selalu terjamin,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dispertahutbun Kabupaten Trenggalek Joko Surono menyampaikan, “yang jelas kami bersyukur dengan mahalnya kedelai.” Hal ini terbukti menguntungkan sekali bagi petani kedelai itu sendiri. Di trenggalek ada sekitar 4000 ha lahan kedelai yang telah ditanami dan kami berharap menjadikan panen yang berlimpah. Demi mencukupi kebutuhan masyarakat trenggalek khususnya dan umumnya jawa timur. para perajin tempe dan tahu mampu bersaing harganya khususnya untuk kedelai local. “Pada intinya ,kami akan memaksimalkan kedelai local di trenggalek ini agar mencukupi semua kebutuhan para perajin tempe tersebut,” tandasnya.

sumber: surabayapagi.com

Advertiser