Senin, 02 September 2013

Pengembang ProyekPaviliun RSUD dr Soedomo Trenggalek,Abaikan KeselamatanKaryawan

Beritatrenggalek.com - Diduga Pengembang proyek pembangunan gedung Paviliun RSUD dr Soedomo Trenggalek PT Ardhi Tekindo Perkasa, Surabaya melanggar undang-undang ketenagakerjaan. Yakni UU nomor  01 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja. Pasal 14 (kewajiban pengerus) butir c.

Dimana dalam butir tersebut disebutkan pelaksaan pekerja wajib menyediakan secara cuma-cuma semua alat pelindung diri yg diwajibkan pada tenaga kerja yang berada di bawah pimpinanya.

Peraturan tersebut diwajibkan untuk setiap proyek dengan nilai di atas Rp 1 miliar.  Tak terkecuali dengan proyek lanjutan pembangunan gedung paviliun RSUD Dr Soedomo Trenggalek.

Pihak rekanan pengembang PT Ardhi Tekindo Perkasa, Surabaya, tampak sekali mengabaikan hal tersebut. Fakta itu nampak pada tidak adanya tulisan atau peringatan keselamatan kerja.

Seperti himbauan mengenakan sepatu dan helm pengaman atau bahkan pengunaan sabuk pengaman bagi pekerjanya. Bukti itu nampak ketika sejumlah pekerja yang menurunkan atap gedung setinggi tiga lantai tak mengenakan alat pengaman apapuan.

Tentu saja hal tersebut melanggar aturan ketenagaan kerjaan. Sanksinya seperti yang tertuang dalam pasal 15 butir 2 yakni dengan ancaman pidana  kurungan selama-lamanya 3 bulan.

Pelaksanan PT Ardhi Tekindo Perkasa, Sunu, dikonfirmasi Memo mengaku tidak tahu menahu masalah tersebut. Dia mengaku sudah menyetor ke PT Jasmsostek. Hanya saja sampai saat ini dia tidak mendapat keterangan atau benda apapun terkait jaminan keselamatan kerja.”Ndak tahu soal itu. Kami sudah bayar kok,” kilahnya dikonfirmasi Memo.

Seperti diketahui, atap gedung paviliun RSUD dr Soedomo Trenggalek terpaksa dibongkar. Pembongkaran dilakukan lantaran atap yang terbuat dari rangka baja tersebut melengkung akibat kurangnya tiang penyangga.

Padahal gedung paviliun yang baru rampung proses pembangunan tahap awal enam bulan lalu tersebut belum difungsikan. Diduga hal tersebut terjadi akibat kesalahan perencanaan dan lemahnya pengawasan konsultan pengawas yang ditunjuk.
Sumber: kediriupdate.com

Advertiser