Sabtu, 07 September 2013

Pencari SKCK di Ponorogo Naik 100 Persen

Berita Ponorogo - Pencari dan pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Ponorogo mengalami kenaikan sekitar 100 persen sejak sepekan terakhir. Hal ini selain disebabkan adanya rencana lowongan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Polri, dan TNI juga semakin meningkatnya minat warga Ponorogo yang hendak bekerja di luar negeri.

Jika di hari-hari biasanya normalnya pemohon SKCK itu sekitar 25-50 orang per hari. Kini naik menjadi 100-150 orang per hari. Tidak hanya untuk persyaratan dan persiapan masuk kerja, akan tetapi sebagian lagi juga digunakan untuk masuk kuliah serta bekerja di perusahaan swasta yang ada di luar Ponorogo.

Salah seorang pemohon SKCK, Aprilia Endrawati (29) warga Desa Tugu, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo yang datang ke loket yang berada di Satuan Intelkam Polres Ponorogo mengaku  mengurus SKCK untuk persyaratan mendaftarkan diri sebagai PNS.

"Rencananya untuk mendaftar PNS. Karena bisanya pagi hari ramai, maka saya datang lebih siang agar tidak ikut antre lama," terangnya kepada Surya, Sabtu (7/9/2013).

Sementara, Kapolres Ponorogo, AKBP Iwan Kurniawan melalui Kasat Intelkam Polres Ponorogo, AKP Dani Paridjono  menjelaskan membludaknya pencari dan pemohon SKCK sejak sepekan hingga dua pekan terakhir. Menurutnya, dalam sehari pemohon SKCK bisa lebih dari 100 orang. Rata-rata SKCK itu diminta untuk syarat bekerja keluar negeri, perusahaan di luar kota, persyaratan daftar kuliah dan mendaftar PNS.

"Memang pemohon SKCK naik hingga 100 persen dari hari biasanya. Kenaikan 100 persen itu, kami golongan 70 persen pemohon sebagai persyaratan ke bekerja ke luar negeri sebagai TKI/TKW, bekerja keluar kota, serta melamar kerja yang lain. Sedangkan sisanya 30 persen pemohon untuk mendaftar PNS, TNI, dan Polri," paparnya.

Selain itu, Dani menegaskan dengan membludaknya pemohon itu, pihaknya menyarankan pemohon agar mnenyadari jika para pemohon harus rela mengantre. Oleh karenanya pihaknya menyarankan agar para pemohon datang lebih awal atau lebih pagi agar tidak terlalu lama ikut mengantre yang memicu antrean panjang pada jam-jam tertentu.

"Karena pemohonnya banyak, sore hari pun masih banyak pemohon SKCK yang berdatangan. Proses pemohon SKCK agak lama karena dalam pengisian blangko harus diisi pemohon sendiri. Makanya, kami sarankan untuk datang lebih pagi biar tidak terlalu lama mengantre," pungkasnya.

Sumber: Tribunnews.com

Advertiser