Jumat, 06 September 2013

Pembunuh Cewek SMK Negeri Ponorogo Bohongi Polisi

Berita Ponorogo - Tersangka pembunuh Frista Fransiska (17) anak semata wayang pasangan suami istri, Saptoni (38) dan Siti Fatimah (33) warga JL Gajah Mada, Dusun Sejuruk, Desa/Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo yakni David Yosiputra Ramanda (17) warga RT 01, RW 01, Desa Glonggong, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun adalah bapak kandung janin 7 bulan yang dikandung korban.

Hal ini berdasarkan hasil tes DNA yang baru diterima tim penyidik Polres Ponorogo dari Mabes Polri.
Dengan hasil tes DNA itu menunjukkan jika pembunuh siswi jurusan Multimedia SMK Negeri 1 Ponorogo itu selama ini telah membohongi tim penyidik Polres Ponorogo.

Pasalnya, tersangka selain mengaku mengenal korban baru 4 bulan sebelum dibunuh dan mayatnya dibuang di pinggir Jl Raya Ponorogo - Wonogiri, 12 Juli 2013 malam kemarin, juga mengaku saat berhubungan intim dengan korban, tersangka berkilah jika korban sudah hamil 2-3 bulan.

Oleh karenanya, tim penyidik bakal memberikan jeratan pasal tambahan bagi tersangka lantaran membunuh anak dibawa umur dan kandungannya juga membohongi tim penyidik Polres Ponorogo.

Kapolres POnorogo AKBP Iwan Kurniawan mengatakan berdasarkan hasil tes DNA, ayah dari bayi yang dikandung korban pembunuhan adalah tersangka David Yosiputra Ramanda.

Menurutnya, dari hasil tes DNA di Mabes POlri, dari sebanyak 10 darah sampel yang diambil termasuk darah bapak kandung Frista tersebut akhirnya terjawab, bapak kandung bayi yang dikandung Frista Fransiska adalah David Yosiputra Ramanda.

"Ya tersangka pembunuh itu sendiri yang menghamili korban. Kami tidak ragu-ragu lagi, jika tersangka pembunuh Frista juga kami tetapkan sebagai ayah dari bayi yang di kandung korban," terangnya kepada Surya, Jumat (6/9/2013).

Selain itu, Iwan menjelaskan jika tersangka telah membohongi penyidik saat pemeriksaan. Sejak diperiksa  tersangka mengaku saat mengenal korban sudah hamil 2-3 bulan. Namun hasil tes DNA tidak bisa dibohongi keterangan tersangka itu.

"Hasil tes DNA tidak bisa dibohongi, meski dari awal proses pemeriksaan tersangka sudah membohongi penyidik. Tersangka mengaku saat kenal dengan Frista sudah dalam kondisi hamil. Jika saat dibunuh usai kehamilan korban 7 bulan, maka pertemuan tersangka dengan korban diperkirakan Desember 2012 atau Januari 2013," ungkapnya.

Sedangkan mengenai pasal yang menjerat tersangka, IWan mengungkapkan jka tersangka dijerat pasal pembunuhan sekaligus pasal mengahamili anak di bawah umur. Meski korban dan tersangka sama-sama anak di bawah umur.

"Kami jerat tersangka dengan pasal Undang-Undang Perlindungan Anak, ditambah perbuatannya saat ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan. Tersangka kami jerat pasal 340 dan 378 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancama 20 penjara dan maksimal seumur hidup ditambah pasal 81 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," paparnya.

Sementara secara terpisah, Siti Fatimah saat diberi tahujika hasil tes DNA menetapkan ayah kandung bayi dalam dalam kandungan putrinya adalah tersangka pembunuhan merasa kaget bercampur lega.

Kaget lantaran pemuda yang dikenal anaknya tak memiliki hati dan kejam serta lega lantaran sudah jelas bapak kandung benih yang ada di dalam rahim puterinya yang tewas terbunuh itu.
"Perasaan saya sudah lega karena pelakunya sudah terungkap. Hari ini hasil tes DNA ayah bayi yang dikandung almarhum puteri saya juga sudah jelas. Tetapi, segitu teganya bapak dari calon cucu saya tega membunuh ibu serta bayinya."

"Padahal, tersangka semula berkilah jika mengahimili putri saya. Tersangka pandai membuat cerita. Soalnya  katanya baru berhubungan dengan anak saya 4 bulan kemarin," tegas ibunda korban.

Selain itu, Siti Fatimah berharap setelah mendengar hasil tes DNA yang menghamili puterinya, dia meminta tersangka pembunuhan putri dan calon cucunya agar ditambahi hukuman seberat-beratnya.

"Sudah jelas semua. Kami hanya berharap para penegak hukum adil dengan menghukum tersangka seberat-beratnya atau ditambahi karena kami kehilangan anak yang saya cintai," pungkasnya.

sumber: tribunnews.com

Advertiser