Sabtu, 28 September 2013

Nelayan Prigi Trenggalek Gelar Ritual Sedekah Laut "Sembonyo"

Beritatrenggalek.com - Sebagai bentuk rasa syukur atas hasil tangkapan ikan yang melimpah, Nelayan di Perairan Prigi Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu (28/9) menggelar upacara adat larung sesaji "sembonyo".

Kegiatan yang dihadiri ribuan masyarakat Trenggalek itu diawali dengan kirab tumpeng agung dari Kantor Desa Tasikmadu hingga tempat pelelangan ikan (TPI) Prigi dan dilanjutkan dengan rangkaian acara seremonial.

Kepala Bidang Promosi dan Budaya, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Trenggalek, Suparlan menjelaskan, tradisi larung sembonyo tersebut berawal dari kisah cikal bakal pembukaan perkampungan pada zaman kerajaan Mataram Hindu.

"Kala itu yang raja Mataram memerintahkan Yudho Negoro untuk membuka hutan di kawasan Watulimo untuk dijadikan permukiman," katanya.

Namun, konon pembukaan lahan permukiman tersebut menuai kendala, untuk bisa membuka perkampungan baru, Yudho Negoro diberi syarat oleh penunggu kawasan prigi, yakni harus mengawini Ratu Tengahan.

Selain itu, setiap tahun harus digelar acara langen tayub 40 hari 40 malam, jaranan serta wayang kulit. Seiring berjalannya waktu masyarakat pesisir selatan Trenggalek ini merepresentasikan persyaratan itu dengan memberikan sedekah laut.

"Ini memang bukan sejarah, namun adalah cerita babat tanah Prigi dan sekitarnya, kemudian untuk saat ini, para nelayan memaknai acara larung sembonyo tersebut sebagai bentuk rasa syukur kepada tuhan atas melimpahnya hasil laut," ujarnya.

Menurut Kepala Desa Tasikmadu, Riyono , tradisi sedekah laut tersebut, hingga kini tetap dilestarikan oleh nelayan sekitar maupun pemerintah daerah, sehingga menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Trenggalek.

"Ini adalah upacara adat yang digelar setiap tahun sejak dahulu kala, bahkan sebelum kemerdekaan, kegiatan ini sudah dilakukan," kata, Riyono.

Setelah melakukan serangkaian acara seremonial, tumpeng raksasa serta sejumlah sesaji dilarung ke tengah laut dengan ditarik oleh kapal nelayan.

Sementara itu, Bupati Trenggalek, Mulyadi Wr mengatakan, ke depan Pemkab Trenggalek akan terus berupaya melestarikan upacara adat itu dan menjadikannya sebagai salah satu aset wisata budaya.

"Kami berharap seluruh komponen masyarakat terutama warga yang ada di sekitar Kecamatan Watulimo untuk ikut serta melestarikan, kami akan memberikan bantuan anggaran demi kelancaran acara," katanya.

Mulyadi menambahkan, apabila upacara larung sembonyo tersebut dikemas lebih meriah dan bagus, maka tidak menutup kemungkinan akan mendatangkan sejumlah wisatawan lokal maupun mancanegara.

Untuk melihat video Nelayan Prigi Trenggalek Gelar Ritual Sedekah Laut "Sembonyo" Klik Disini

Advertiser